Selasa, 01 April 2014

REVOLUSI AMERIKA



                                                   REVOLUSI AMERIKA
                                       TINI HENDRAYATI        110210302024



BAB 1. PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Amerika Serikat awalnya merupakan suatu benua baru yang ditemukan oleh Christoper Colombus. Pada tanggal 12 Oktober 1492 Colombus dan rombongan menginjakkan kaki di Amerika tepatnya di pulau Watling, yang oleh Colombus pulau Watling tersebut dinamakan San Salvador. Ketika awal kedatangannya di Amerika Colombus bertemu dengan penduduk Cuba.Ia menyangka bahwa penduduk tersebut merupakan orang-orang India.
Setelah kedatangan Colombus inilah banyak penjelajah- penjelajah barat berbondong-bondong datang ke Amerika.Mulai dari Spanyol, Portugis, bahkan Inggris pernah menjadi pihak yang dipertuankan oleh penduduk Amerika.Dan merekalah yang memulai dan melakukan kolonisasi di Benua Amerika.Sebelum kedatangan bangsa Eropa, umumnya Amerika sudah mempunyai suku-suku kuno yang sudah memiliki peradaban yang cukup tinggi.Dari sinilah sejarah panjang Amerika di mulai.
Revolusi Amerika adalah suatu peristiwa yang akibat-akibatnya masih tetap dirasakan, bukan saja berada dikalangan bangsa ini, tetapi juga disegenap penjuru dunia.Dan menjadi suatu ciri dari permulaan suatu zaman revolusi-revolusi dunia.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang diambil dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Bagaimana kondisi Amerika sebelum terjadinya revolusi?
2.    Apa sebab-sebab revolusi Amerika?
3.    Bagaimana proses revolusi Amerika?
4.    Apa dampak dari terjadinya revolusi Amerika?
1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah:   
1.    Untuk mengetahui kondisi Amerika sebelum terjadinya revolusi.
2.    Untuk mengetahui sebab-sebab revolusi Amerika.
3.    Untuk mengetahui proses revolusi Amerika.
4.    Untuk mengetahui dampak terjadinya revolusi Amerika.





















BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Kondisi Amerika Sebelum Revolusi
2.1.2 Kondisi Politik Sebelum Revolusi
Kondisi politik sebelum Revolusi Amerika dilatarbelakangi oleh sejumlah peristiwa.di awali dengan dampak yang di rasakan masyarakat koloni  di Amerika akibat perang perancis dan Indian(the French and Indian War, 1754 -1763). Dalam perang ini Prancis dan Inggris memperebutkan daerah kekuasaan di Amerika utara.Perang dimenangi oleh Inggris tetapi Inggris mengalami pembengkakan utang yang besar akibat perang ini. Untuk menutup biaya perang itu, Inggris mengeluarkan sejumlah peraturan bagi koloninya, berbagai pajak dan bea dikenakan bagi barang dan perdagangan di koloni Inggris. Koloni di Amerika sebelumnya sudah merupakan penyumbang besar bagi kekayaan Inggris.Melihat kemakmuran koloni ini dan kurangnya dukungan koloni saat perang Prancis dan Indian, pemerintah kerajaan mengubah aturan perpajakan dan memperketatnya demi menambah pendapatan.Peraturan perpajakan ini diterapkan tanpa berkonsultasi dengan pemerintah kolonial.Pemerintahan kolonial menolak pajak yang aturannya dikeluarkan tanpa perwakilan yang layak bagi mereka di parlemen Inggris.

2.1.3 Kondisi Ekonomi Sebelum Revolusi
Kondisi ekonomi sebelum Revolusi Amerika pada saat itu aturan pajak, bea cukai, impor dan ekspor dan produk-produk sandang dan pangan di kuasai oleh Inggris. Aturan pajak pertama dari pemerintah Inggris ke koloni di Amerika adalah Stamp Act pada tahun 1765.   Dalam peraturan ini setiap dokumen resmi, lisensi, kontrak  dagang, Koran, pamphlet, bahkan kartu remi harus di tandai dengan stempel pajak. Stamp Act di cabut pada tahun 1766 karena terjadi banyak perlawanan di sejumlah daerah menentang peraturan ini,  dan juga terjadi pemboikotan terhadap produk impor dari Inggris.  Dari pertentangan Stamp Act inilah yang pertama-tama menimbulkan rasa nasionalisme persatuan masyarakat koloni Amerika.
Pada tahun berikutnya pemerintah Iggris kembali mengeluarkan Townshend Act. Aturan ini mengenakan bea bagi impor timah , kaca, cat, kertas, dan teh.  Pendapatan dari bea ini digunakan bagi kepentingan tentara Inggris di Amerika dan menggaji pegawai kerajaan Inggris yang memungut pajak, untuk menetangnya, masyarakat kembali memboikot produk dari Inggris.
Protes secara langsung juga terjadi pada tanggal 5 maret 1770, banyak orang berkumpul berhadapan dengan tentara Inggris di Boston, mereka melempari tentara dengan aneka barang saat ada tentara yang jatuh, tentara yang lain menembaki kerumunan itu, lima orang sipil tewas dalam insiden yang disebut the Buston massacre ini, peristiwa ini segera digunakan sebagai propaganda untuk menentang pemerintah Inggris. Pada 1772, orang-orang Rhode island menyerang kapal cukai Inggris, the Gaspee, dan melukai kapten kapalnya. peristiwa ini disebut the Gaspee Affair.
Pada 1773 dikeluarkan Tea Act aturan ini mengurangi bea cukai bagi teh East India Company atau Hindia Belanda dan memperbolehkan ekspor nya langsung ke Amerika. Teh ini harga nya menjadi jauh lebih murah dari pada teh selumnya yang biasa di konsumsi mayarakat Amerika.Jika masyarakat membelinya, itu berarti mereka menerima aturan cukai tersebut.Selain itu, teh ini hanya di jual lewat agen khusus sehingga bisa merugikan pedagang Amerika. dalam rangka memprotes aturan ini, sekumpulan kaum patriot yang berpakaian seperti orang Indian naik ke kapal dagang teh milik inggris yang sedang bersandar di pelabuhan Boston,Massachusetts di pimpin oleh Samuel Adams mereka membuang teh- teh di kapal laut. insiden yang tidak biasa ini kemudian di kenal dengan nama Boston Tea Party (pesta The Boston).
Sebagai reaksinya, pemerintah kerajaan mengeluarkan sejumlah aturan yang di kenal dengan namaThe Intolerable Acts pada 1774. Aturan pertama membatasi kekuasaan majelis Massachusetts dan pertemuan- pertemuan dalam kota. Aturan kedua menyebutkan bahwa pegawai pemerintah kerajaan termasuk tentara harus di adili di Inggris, bukan di amerika.Ketiga, pelabuhan Boston di tutup sampai Inggris menerima ganti rugi akibat Boston Tea Party.Keempat, tentara inggris di perbolehkan di beri tempat tinggal di bangunan yang tidak di huni, termasuk rumah masyarakat.
2.2 Sebab-Sebab Revolusi Amerika
Revolusi Amerika bermula dengan adanya kemerdekaan Amerika akan imperium Inggris.Hal yang paling menonjol adalah sikap tidak puas kaum kolonis terhadap kebijaksanaan Ingerisantara lain ditunjukkannoleh James Otis yang berbicara mengatasnamakan pedagang Bostontahun 1761.Othis menentang kesewenang-wenangan dan otoritas Perlemen Inggeris mengenaibeberapa aspek kehidupan kaum kolonis termasuk di bidang perdagangan.
Demikian juga padatahun 1763, Patrick Henry menentang hak-hak Privi Council mengenai masalah hukum diVirginia.Walaupun kedua tokoh tersebut tidak mewakili aspirasi orang-orang Amerika secarakeseluruhaa, sikap yang mereka tunjukkan merupakan bentuk perlawanan kaum kolonis terhadapsistem imperium Inggeris.Demikian juga tidak semua orang Amerika menentang sikap Inggris.Banyak di antara mereka terutama yang berpandangan aristokrat mendukung kebijaksananInggris.Puncak dari latar beakang revolusi Amerika adalah peristiwa Pembantaian Boston tahun1770 yang memakan lima orang korban sipil. Peristiwa tersebut menggambarkan betapapemerintah kolonial Inggeris telah memaksakan kehendaknya terhadap rakyat Amerika.Dicabutnya Townshend Act pada tahun 1770 dapat meredakan ketegangan.
 Namun demikian,kehadiran pasukan Inggris di daerah koloni yang mengawasi kegiatan perdagangan danmencegah terjadinya penyelundupan menimbulkan rasa tidak senang kaum kolonis. Kapal patrol Inggeris Gaspee, yang melakukan pengawasan di sekitar Rhode Island dibakar oleh kaum patriotdan membuat takut pejabat Inggeris yang harta miliknya ikut hancur. Para juri koloni menolak bekerjasama dengan para pejabat kerajaan dalam mengakhiri perdagangan ilegal. KetikaGubernur Massachussetts, Thomas Hatchinson menyatakan tahun 1772 bahwa para hakim  akan.dibayar dari uang kerajaan, timbul protes dari berbagai kalangan. Salah seorang diantaranya adalah tokoh Boston, Samuel Adams, menentangnya dengan cara membentuk panitiakorespondensi untuk mengkordinasi berita dan serta keluhan kelompok masyarakat yangberkaitan dengan tindakan pemerintah kerjaaan Inggris.Sikap pemerintah kerajaan Inggeris masih tetap keras.
Inggris mengeluarkan Undang-undang Teh yang memberikan hak monopoli kepada East India Companyuntuk melakukaneksport ke suluruh daerah koloni. Tindakan ini dibuat oleh kaum kolonis dengan cara memboikotseluruh produksi teh Inggris yang dikirim ke daerah koloni dan menganjurkan para agen untuk tidak menjual tehnya ke pasar Amerika serta mengirim kembali teh yang diterimanya ke Inggris atau ditimbun di gudang. Banyak agen-agen dagang Inggeris, yang mendapat dukungan gubernur, yang menolak tuntutan kaum kolonis.Mereka memaksakan diri untuk menurunkanmuatan kapal the Inggeris di Pelabuhan Boston. Kaum kolonis yang mendapat dukungan dariSamuel Adam menjawab sikap keras para agen itu dengan cara kekerasan. Pada tanggal 16Desember 1773 kaum kolonis yang menyamar sebagai Indian Mohawk menaiki tiga kapalInggris yang akan berlabuh di Pelabuhan Boston dan segera menceburkan muatan teh ke laut.Peristiwa yang dalam bahasa kaum kolonis sebagai "Boston Tea Party" tersebut sangat menjengkelkan Inggeris.
Pada tahun 1774, diselenggarakan Kongres Kontinental yang dihadiri oleh delegasi-delegasi dari semua daerah koloni, kecuali Georgia. Kongres yang diselenggarakan di kotaPhiladeplhia dimaksudkan untuk merundingkan keadaan daerah koloni yang semakin memburuk.Akhirnya semua delegasi sepakat untuk mengeluarkan "Deklarasi Hak dan Keluhan"(Declaration of Right and Grievances) berupa pernyataan akan tetap setia kepada Raja dan tetapmenentang hak Parlemen Inggris untuk mengenakan pajak terhadap darah koloni Amerika.Ditengah-tengah ketegangan antara Inggris dan kaum kolonis, Kongres KontinentalKedua diselenggarakan tanggai 10 Mei 1775 Walaupun delegasi kongres kedua itu lebih banyak dihadiri kelompok radikal dibandingkan dengan delegasi pada kongres yang pertama, tidak dicapai kesepakatan mengenai pernyataan kemerdekaan kecuali menyepakati perlunya angkat.senjata melawan Inggeris seperti diusulkan oleh John Dickinson dan Jefferson Kongres yangdipimpin oleh John Hancock dan dihadiri juga oleh Benjamin Franklin tersebut menyepakatiperlunya dikirim pasukan ke Massachusetts untuk membantu kaum kolonis di sana dan  menugaskan George Washington sebagai pemimpin pasukan Kontinental untuk memimpinpasukan ke Boston untuk melindungi kota yang sedang dikepung pasukan Inggris.
Pada tanggal 7 Juni Richard henry Lee dari Virginia mengajukan resolusi yangmenyatakan persetujuan atas kemerdekaan dari Inggris.Kongres ini menghendaki adanyadukungan dan konsensus yanbg lebih luas, membentuk sebuah komite yang dipimpin olehThomas Jefferson untuk menyiapkan langkah-langkah rasional menuju pernyatan kmerdekaan.Kongres juga menyepakati usulan Richard Henry Lee tanggal 2 Juli 1776 dan mengesahkanpembacaan Deklarasi Kemerdekaan dua hari kemudian.Deklarasi kemerdekaan yang dibacakanoleh Thomas Jefferson tersebut berisi dua bagian.Pada pembukaannya, Jefferson menyatakanbahwa pada dasarnya pemberontakan atau gerakan merupakan hak alamiah umat manusia untuk mendirikan pemerinthan baru yang didasarkan atas keinginan warganya.Bagoian kedua yanglebih panjang berisi tuduhan terhadap Raja Inggris yang mngabaikan hak-hak khusus kaumkolonis, dan memprotes ikut campurnya pemerintahan raja dalam pemerintahan kolonial diAmerika.
2.3 Jalannya Revolusi Amerika
Diawali dengan kemunculan kaum Patriot yang membela revolusi yang memperjuangkan hak-hak masyarakat koloni di Amerika. Pada tahun 1772 Samual Adams membentuk komite Hubungan (Committees of Correspondence) yang menghubungkan seluruh kaum Patriot di ketiga belas koloni dan membentuk kerangka bagi pemerintah pemberontak, disusul oleh pembuatan Kongres Provinsi (Provincial Congresses) yaitu pemerintahan dalam tiap koloni dan tahun 1774 perwakilan kongres tiap koloni membentuk Kongres Kontinental (Continental Congress) yang bertindak sebagai pemerintahan nasional sementara. Komite inilah yang menjadi cikal-bakal pemerintahan Amerika Serikat yang sekarang.  Pada pertemuan pertama kongres ini memutuskan  memboikot produk sebagai reaksi dari Intolerable Acts.
Pada April 1775 Jenderal Gage dari pemerintah Inggris memerintahkan pasukannya menuju Concord, Militer kolonial yang telah diberitahukan sebelumnya oleh kaum patriot Boston  mengenai hal ini , mereka langsung menghadangnya di Lexington. Pertempuran pecah namun pasukan Inggris tetap bisa melanjutkan perjalanan ke Concord.Pada saat di Concord pasukan Inggris kembali diserang oleh pasukan kolonial dari segala arah dan pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan kolonial.Pertempuran Lexington dan Concord ini menandai pecahnya Perang Kemerdekaan Amerika.
Pada 23 Agustus 1775, Raja Inggris, George III menyatakan koloni Amerika sebagai pemberontak dan harus ditumpas. Namun Amerika dapat kembali memenangkan pertempuran di Saratoga, 17 Oktober 1777. Jenderal John Burgoyne dari Inggris menyerah kepada Jenderal Horatio Gates dari Amerika di Saratoga.Inilah titik balik kemenangan Amerika.
Kemenangan ini membuat Perancis bersedia membantu Amerika untuk mengalahkan Inggris dalam maksud membalas kekalahannya di Perang Prancis dan Indian.Pada tanggal 19 Oktober 1871,  gabungan pasukan Prancis dan Amerika berhasil mengalahkan pasukan Inggris dibawah Jenderal Cornwallis di Yorktown, Virginia.Perang ini berlangsung selama 6 tahun , dan diakhiri dengan Traktat Paris (Paris Treaty)  pada 3 September 1783. Dalam Traktat ini Inggris mengakui kemerdekaan koloni Inggris di Amerika dan menerima klaim Kongres atas tanah tempat tinggal orang Indian yang berada di antara Pegunungan Appalachian dan Sungai Mississippi.
2.4 Dampak Revolusi Amerika
Dewasa ini, revolusi Amerika Serikat memberikan dampak yang sangat berpengaruhterhadap dunia.Seperti yang kita ketahui, Amerika adalah negara adikuasa setelah merekamelakukan perang dingin dengan Rusia dan memenangi perang tersebut. Hal yang paling terlihatadalah perekenomian dunia yang berpusat dan diunggui oleh Amerika. Terlihat dari terjadinyakrisi ekonomi yang melanda  Amerika pada tahun 2010 yang akhirnya menyebabkan krisisdunia.
Dalam sosial-politik Amerika juga turut berperan penting terutama dalam perang yangterjadi pada Israel dan Palestina.Hal ini pun mendukung terjadinya aksi terorisme yang terjadi digedung WTC pada tanggal 11 September 2003.Selain hal tersebut, revolusi Amerika juga berpengaruh terhadap semangat juang meraih kemerdekaan terutama di negara-negara AsiaTenggara termasuk Indonesia.
Berkembangnyahumanitarian,aliran yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dandemokratisasi, berpengaruh terhadap timbulnya gerakan anti-perbudakan atauabolisionist.Padaawalnya gerakan ini hanya didukung oleh kelompok Protestan yang tergabung dalam AmericanColonization Society(1817) dan berusaha mengirimkan orang-orang kulit hitam kembali ke Afrika.Kelompok ini akhirnya mendapat dukungan dari golonganGerekaAvctngefis (Pencil) yangmemandang perbudakan sebagai Iembaga yang merusak tatanan masyarakat Amerika.Kelompok iniberhasil mengirimkan sekitar 12.000 budak ke Republik Liberia, Afrika, tahun 1822.Programpengiriman budak tersebut tidak berjalan lancar yang disebabkan oleh timbulnya kecaman darinegara-negara bagian di Selatan yang menerapkan sistem tersebut. Pemimpin abolisionis baru,William Lloyd Garrison, yang menerbitkan koran anti-perbudakan, The Garrison (1831) berusaha meneruskan program pengiriman tersebut ke Afrika sambil terus mengecam system rasialis tersebut yang masih tetap dipertahankan di negara-negara bagian selatan. Usaha trsebut tidak banyak membawa hasil sampai meletusnya perang sipil tahun 1861-1867.
Dampak Revolusi Amerika  jugamemberikan pengaruh besar pada pergerakan kebangsaan dan sistem politik di dunia.  Pertama, Revolusi Amerika memberi contoh bagi koloni-koloni lain bahwa mereka juga bisa memerdekakan diri dari negara penjajahnya.Nasionalisme yang terbentuk dari masyarakat yang terjajah menjadi kekuatan besar untuk berusaha berdiri menjadi negara sendiri dan menentukan nasib sendiri.Kedua, negara yang berbentuk republik dan demokratis menjadi alternative baru yang popular.pemerintahan yang legitimasinya berasal dari rakyat dan memberikan suaranya lewat badan perwakilan merupakan pilihan rasional yang disukai rakyat yang tertindas.  Banyak negara-negara baru yang bebas dari kolonialisme di kemudian hari menerapkan  bentuk ini.  Kini bentuk republic dianut oleh sebagian besar negara di dunia.Ketiga, frase “ all men are created equal” (semua mansusia diciptakan setara) yang tercantum dalam deklarasi kemerdekaan menjadi frase yang kuat dan terkenal di seluruh dunia.  Frase ini digunakan oleh berbagai pergerakan prsamaan hak di kemudian hari, sampai sekarang.Penghapusan kolonialisme, penghapusan perbudakan, gerakan feminisme yang menyuarakan kesetaraan laki-laki dan perempuan, serta gerakan hak asasi manusia berakar dari pernyataan ini.







BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perang “ Tea Party” di Bostin merupakan awal yang paling berpengaruh dalam latar belakang terjadinya revolusi dalam melawan imperium Inggris. Setelah terjadinya perang“TeaParty” tersebut, Amerika mengalami peperangan selama 6 tahun sampai adanya deklarasi.Inggris mengeluarkan Undang-undang Teh yang memberikan hak monopoli kepada  East India Company untuk melakukan eksport ke suluruh daerah koloni. Tindakan ini dibuat oleh kaum kolonis dengan cara memboikot seluruh produksi teh Inggris yang dikirim ke daerah koloni dan menganjurkan para agen untuk tidak menjual tehnya ke pasar Amerika serta mengirim kembali teh yang diterimanya ke Inggris atau ditimbun di gudang.
Revolusi Amerika bukanlah suatu pemberontakan dari kaum proletariat.Melainkan mereka hanya mencari kebebasan dari tekanan-tekanan politik dan ekonomi yang dipaksakan oleh pemerintah Inggris.Revolusi di Amerika ini dilaksanakan tanpa adanya perebutan kekuasaan oleh kaum extremis, tanpa beralih kepada pemerintahan dictator dan tanpa reaksi sengit.
RevolusiAmerika sangat berpengaruh terhadap kehidupan warganya terutama dalam bidang agama,kehidupan keluarga dan kemanusiaan. Dengan adanya revolusi Amerika tersebut amak akan sangatberpengaruh terhadap resolusi sosial budaya pada Amerika. Hingga dewasa ini, revolusi Amerika masih memberikan dampak bagi dunia, terlihat dari Amrika yang merupakan negara adikuasa.





DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:
Sundoro, Hadi, Mohamad. 2012. Sejarah Amerika Serikat. Jember University Press: Perpustakaan Nasional.
Morris. B. Richard. 1960. Revolusi Amerika. Jakarta: PT Pustaka Rakjat
Sumber Internet:
http://ranggambojoarea.blogspot.com/2011/06/revolusi-amerika-serikat-cikal-bakal.html(28 Maret 2014)
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/03/sejarah-revolusi-amerika-serikat-latar-belakang-dampak-akibat-tujuan-tokoh-peristiwa.html
( 28 Maret 2014)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar