Sabtu, 24 Mei 2014

RESUM BUKU GARIS BESAR SEJARAH AMERIKA

Garis Besar Sejarah Amerika
Zaman Kolonial
Tahun 1600-an terjadi gelombang perpindahan yang besar dari Eropa ke Amerika Utara. Mereka membina suatu peradaban baru atas sebuah benua yang mulanya liar.Para imigran pertama dari Inggris ketempat yang sekarang bernama Amerika Serikat itu menyebrangi Samudra Atlantik sesudah koloni-koloni Spanyol.Pusat permukiman permanen Inggris yang pertama di Amerika adalah sebuah pos perdagangan yang didirikan di Jamestown pada tahun 1607, dalam Domini Lama Virginia.
Tanah Sudah Dihuni
Kebanyakan emigran dari Eropa meninggalkan tanah air mereka untuk memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih luas, yaitu hasyrat yang seringkali disertai pendambaan akan kebebasaan agama, atau tekat untuk melepaskan diri dari penindasan politis.
Mencari Kebebsan Agama dan Politik
 Pergolakan agama di abad 16 dan 17, sekelompok pria dan wanita yang dinamakan golongan Puritan berusaha untuk merombak Gereja Resmi Inggris dari dalam.Mereka menuntut protes tanisasi yang lebih menyeluruh terhadap gereja nasional, dan menganjurkan bentuk kepercayaan dan ibadah yang lebih sederhana.
    Pertimbangan politis mempengaruhi pula banyak orang untuk pindah ke Amerika. Tahun 1630-an, pemerintahan yang sewenang-wenang dari Charles 1 di Inggris memperbesar dorongan perpindahan ke Dunia Baru.Dan pemberontakan serta kemenangan lawan-lawan Charles di bawah Oliver Cromwell pada tahun 1640-an menyebabkan banyak perwira, orang-orang raja, pergi mengadu nasib ke Virginia.
Agama yang Ketat Menguasai New England
Selama 10 tahun pertama dating 65 orang pendeta, dan disebabkan oleh keyakinan para pemimpinnya yang mendalam berkembanglah teokrasi di Massachusetts.Secara teoritis gereja dipisahkan dari negara, tap dalam kenyataannya kedua unsur itu terpadu, dengan semua lambangnya dibawahkan oleh agama.
Roger Williams, seorang pendeta pemberontak, menyerang hak untuk merampas tanah Indian, dan menyerang kebijaksanaan mempertahankan kesatuan gereja dan negara. Karena menyebarkan “pendapatnya yang baru dan berbahaya melawan kewibawaan para pejabat huku” ini, ia dibuang keluar koloni oleh pengadilan umum.
Pengaruh Belanda Tetap Ada
    Orang-orang Belanda memiliki New Netherland yang kemudian hari dinamakan New York, selama 40 tahun tetapi mereka bukanlah orang-orang yang bermigrasi. Orang-orang Belanda memberikan kepada New York suatu gaya hidup yang sangat berlainan daripada yang di Boston Puritan. Di New York, hari besar di tandai dengan berpesta dan beriang gembira. Dan banyak dari tradisi Belanda, misalnya berkunjung ketetangga pada hari tahun baru dan merayakan kunjungan Sinterklas pada masa Natal, dan bertahan selama bertahun-tahun.
Sekolah dan Kebudayaan Tumbuh Subur
Yang sama pentingnya juga bagi masa depan, adalah dasar-dasar pendidikan serta kebudayaan Amerika. Yang di bentuk selama masa kolonial.Harvard College didirikan pada tahun 1636 di Massachusetts.Menjelang akhir abad, College of Wiiliam and Merry didirikan di Virginia. Beberapa tahun kemudian, Collegiate School of Connecticut ( yang kemudiaan menjadi Yale College), juga didirikan. Tapi yang lebih patut dicatat adalah pertumbuhannya suatu sistem sekolah diadakan atas kekuasaan pemerintah. Ditahun 1647 Koloni, Massachusetts Bay, yang segera di ikuti oleh semua koloni New England kecuali Rhode Island, menyelenggarakan wajib belajar bagi pendidikan dasar.
Kekuasaan Asing Mulai Runtuh
    Hak kaum kolonis untuk mendapatkan perwakilan dalam cabang legislative dari pemerintahan itu tak begitu besar artinya. Namun pada akhirnya ii merupakan batu loncatan menuju dominasi penuh kaum pemukiman lewat badan-badan perwakilan yang lebih dulu merebut dan kemudian menggunakan control atas soal-soal keuangan. Dalam satu demi satu koloni ditetapkanlah prinsip bahwa pajak tak boleh dikenakan, serta pendapatan bersama tak boleh dikeluarkan, tanpa persetujuan para wakil yang terpilih bahkan tidakpun guna keperluan membayar gaji gubernur maupun pejabat yang diangkat lainnya.
Dengan Berat Hati Inggris Mengalah
    Gagasan pemerintahan sendiri di koloni-koloni bukannya samasekali tidak mendapat tentangan.Para pejabat Inggris mengajukan perjanjian Massachusetts kepengadilan, tapi di tahun 1684 tindakan ini dibatalkan.Lalu semua koloni New England ditaruh dibawah pengawasan Raja dengan kekuasaan penuh yang dipegang oleh gubernur yang diangkat. Para kolonis menentang dengan gigih, dan setelah Revolusi 1688 di Inggris yang mengakibatkan tergulingnya James II, mereka berhasil mengusir gubernur kerajaan itu.
    Tahun 1651 pemerintah Inggris sekali-kali mengeluarkan ketentuan yang mengatur segi-segi tertentu kehidupan ekonomi koloni, yang sebagainya baik bagi Amerika tetapi kebanyakkannya menguntungkan Inggris.Kebebasan politik yang cukup besar yang nikmatnya koloni-koloni itu dengan sendirinya menggiring mereka lebih jauh dari Inggris, dan menjadi semakin lebih bersifat “Amerika” daripada Inggris.
Perang Kemerdekaan
Bentrokan Antara Inggris Dan Perancis
    Sejak lama orang-orang Inggris sudah menentang apa yang mereka anggap sebagai “pelanggaran Perancis” Semenjak tahun 1613 meletus bentrokan-bentrokan setempat antara para kolonis Prancis dan Inggris. Akhirnya, pecahlah juga perang teratur, yang merupakan cabang Amerika dari pertikaian yang lebih besar antara Inggris dan Prancis.Tahun 1689 dan 1697, “Perang Raja William” merupakan cabang Amerika dari “Perang Palatin” di Eropa. Antara 1702-1713, “ Perang Anne” mendampingi “Perang Perebutan Tahta Austria”. Meskipun Inggris berhasil mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu dari perang-perang itu, namun pada umumnya tidak ada pemenang yang tegas dalam pertempuran-pertempurannya, dan posisi Prancis dan di Benua Amerika tetap kokoh.
Tanda-Tanda Persatuan Yang Pertama
    Dewan perdagangan Inggris yang mendengar laporan tentang merosotnya hubungan dengan kaum Indian, memerintahkan kepada gubernur New York dan para komisaris lain-lain koloni untuk mengadakan pertemuan dengan para kepala suku Iroquois guna membuat suatu perjanjian bersama.
    Kongres itu menyatakan bahwa sebuah persatuan koloni-koloni Amerika “mutlak perlu demi kelangsungan hidup mereka” dan para wakil koloni yang hadir mengesahkan Rencana Albany untuk persatuan.
Kaum Kolonis Melawan
    Akibat yang lebih gawat yang ditimbulkan kebijaksanaan keuangan yang baru dari pemerintah Inggris yang membutuhkan lebih banyak uang guna memelihara imperium yang semakin bertumbuh itu.Agar beaya tidak seluruhnya ditanggung oleh para pembayar pajak di Inggris, maka koloni-koloni harus turut menyumbang.
    Dikeluarkannya Undang-Undang Gula tahun 1764 merupakan langkah pertama dalam melancarkan sistem baru ini.Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan tanpa mengatur perdagangan. Bahkan Undang-Undang itu mengganti Undang-Undang Gula Tetes tahun 1733 yang memasang bea cukai tinggi terhadap impor rum dan gula tetes dari daerah-daerah yang bukan milik Inggris.Undang-Undang yang telah disempurnakan itu melarang impor minuman keras luar negeri.
Pemungutan Pajak Tanpa Perwakilan Dipermasalahkan
Bukannya hanya pajak-pajak itu sendiri yang menimbulkan kerisauan diantara kaum saudagar New England melainkan fakta bahwa benar-benar dimabil tibdakan guna memaksakan pemungutannya. Persoalan konstitusional kemudian menjadi ganjal dalam sengketa besar yang akhirnya nanti akan merenggut koloni-koloni Amerika dari negeri Inggris. “ Satu Undang-Undang saja dari parlemen”. Para saudagar, badan legislative, dan rakyat kota memprotes kepatutan peraturan tersebut, dan pengacara-pengacara koloni seperti Samuel Adams menemukan gejala-gejala pertama dari “ pemungutan pajak tanpa perwakilan”, yaitu slogan yang kemudian akan menarik banyak orang untuk turut dalam perjuangan kaum patriot Amerika melawan negara Induk.
Persengketaan Pajak Mereda
    Parlemen Inggris tidak mau menerima pendirian koloni-koloni. Namun para saudagar Inggris yang merasakan pengaruh boikot Amerika turut mendesak gerakan mencabut kembali undang-undang, dan pada tahun 1766 Parlemen mengalah dengan mencabut kembali Undang-Undang Perangko dan mengubah Undang-Undang Gula. Para saudagar koloni meninggalkan perjanjian non-impor mereka, para Putra Kemerdekaan menjadi tenang, perdagangan berjalan kembali, dan perdamaian sudah tampak dekat.
    Tetapi itu hanya sementara. Dalam tahun 1767 dikeluarkan serangan tindakaan lain yang menyebabkan lagu unsur-unsur perselisihan. Menghadapi perlawanan yang demikian, dalam tahun 1770 Parlemen mengambil jalan mundur yang strategis dan mencabut kembali semua pajak Townshend kecuali yang untuk the. “Pajak The” dipertahankan karena, sebagaimana dikatakan oleh George III, harus ada pajak untuk menjaga tetap tegaknya hak mereka. Bagi kebanyakan kaum kolonis, tindakan Parlemen tersebut pada efeknya merupakan tindakan “memperbaiki kesalahan” dan kampanye untuk melawan Inggris dihentikan. Suatu emb    argo terhadap “the Inggris” tetap dilanjutkan tapi tidak dilaksanakan dengan terlalu patuh.
Inggris Menindas Koloni: Lain-Lainnya Datang Membantu
    Inggris dihadapkan pada Krisis.East India Compeny hanya melaksanakan suatu undang-undang dari parlemen, dan jika perusahaan the itu dibiyarkan saja, itu berarti bahwa Parlemen tidak mempunyai kekuasaan atas koloni. Undang –Undang Quebecyang dikeluarkan hampir pada waktu bersamaan, memperluas perbatasanpropinsi Quebec dan menjamin hak penduduk Prancis untuk menikmati kebebasan beragama serta kebebasan hukum mereka. Para kolonis menentang undang-undang ini karena dengan meremehkan perjanjian sewa yang lama atas tanah di barat, ia mengancam untuk menghambat gerakan kearah barat dan nampaknya akan membiyarkan mereka terkepung dari sebelah utara dan barat laut oleh suatu profinsi yang dikuasai golongan Katolik Romawi.
Koloni-Koloni Mengesahkan Deklarasi Kemerdekaan
Deklarasi kemerdekaan yang diresmikan pada tanggal 4 Juli 1776 itu tidak hanya mengumumkan kelahiran sebuah negara baru, tetapi juga mencetuskan suatu falsafah kemerdekaan manusia yang kemudiannya akan menjadi kekuatan dinamis di seluruh dunia barat.Deklarasi Kemerdekaan menjalankan tugas yang jauh lebih dari sekedar mengumumkan secara resmi suatu pemisahan diri. Pada tahun 1777 terjadi juga kemenangan besar Amerika dalam perang, yang merupakan titik balik  iliter dalam revolusi.
Koloni-Koloni Mencari Kemenangan Dan Kemerdekaan
    Semenjak di tandatanganinya Deklarasi Kemerdekaan, Prancis tidak pernah bersikap netral.Pemerintahnya berhasrat besar untuk membalas dendam terhadap Inggris semenjak kalahnya Prancis dalam tahun 1763.Dalam tahun 1778, Inggris terpaksa mengungsi dari Philadelphia karena terancam serangan armada Prancis. Dalam tahun yang sama di Lembah Ohio mereka menderita kekalahan yang mengokohkan kekuasaan Amerika didaerah barat laut.Meskipun begitu Inggris terus menekan peperangan di selatan.
Pembentukan Pemerintahan Nasional
    Keberhasilan Revolusi memberikan kesempatan kepada orang Amerika guna menyusun suatu bentuk hukum bagi cita-cita politik mereka sebagaimana diungkapkan dalam Deklarasi Kemerdekaan, dan untuk menampung beberapa tuntutan mereka melalui konstitusi negara bagian.
Negara Baru Menghadapi Masalah-Masalah
    Dengan berakhirnya Revolusi, Amerika Serikat harus menghadapi lagi persoalan lama daerah barat yang belum terpecahkan, yaitu masalah “imperium” dengan segala kerumitannya masalah tanah, perdagangan bulu hewan, Indian, permukiman, dan pemerintahan daerah-daerah cabang.
Timbulnya Konsep Pemerintahan Yang Baru
    Pemerintahan nasional seharusnya mempunyai wewenang untuk memasang tarif bilamana perlu, mengatur perdagangan, dan mengenakan pajak demi tujuan-tujuan nasional.Ia mendesak kepada pertemuan untuk menyerukan agar semua negara bagian mengangkat wakil-wakil Amerika Serikat dan “menyusun ketentuan-ketentuan lain yang mereka anggap perlu untuk membuat Konstitusi Pemerintahan Federal cukup mampu guna memenuhi tuntutan-tuntutan Uni”. Kongres Kontinental pada mulanya gusar atas langkah yang berani ini, tetapi protes-protesnya bertumbuk pada berita bahwa Virginia telah memilih George Washington sebagai wakilnya, di semua negara bagian kecuali Rhode Island diselenggarakan pemilihan umum.
Para Pemimpin Menghendaki Pemisahan Kekuasaan
Dalam pembagian kekuasaan, Konvensi memberikan kekuasaan penuh terhadap pemerintah federal untuk mengenakan pajak; meminjam uang; memasang bea cukai, dan pajak yang seragam, mengeluarkan mata uang, menentukan ukuran-ukuran berat dan panjang, memberikan hak paten serta hak cipta, mendirikan kantor pos, dan membangun jalan pos. pemerintah nasional juga diberi kekuasaan untuk membentuk dan memelihara tentara dan angkatan laut, dan mengatur perdagangan antar negara bagian.
Perang Kedua Melawan Inggris
Pelaut dan mariner yang bertugas mengamankan Inggris, melindungi perdagangannya, dan memelihara komunikasi dengan koloni-koloninya. Namun para anggota armadanya diperlakukan dengan begitu jeleknya  sehingga tidak mungkin untuk mengerahkan anak buah secara pendaftaran sukarela. Banyak pelaut yang melarikan diri dan berlindung dikapal-kapal Amerika.Dengan demikian para perwira Inggris mengganggap dirinya berhak untuk untuk menggeledah kapal-kapal Amerika dan mengambili setiap warganegara Inggris, hal mana merupakan penghinaan besar bagi orang-orang Amerika.Terlebih lagi, perwira-perwira Inggris sering menyeret pelaut Amerika untuk bekerja bagi mereka.
Perjanjian Ghent Mengakhiri Perang
    Perang berakhir dengan diselenggarakannya Perjanjian Ghent yang menentukan dihentikannya permusuhan, dikembalikannya daerah-daerah yang tersebut dan dan dibentuknya komisi yang menyelesaikan persengketaan perbatasan.
Perluasan Ke Barat Dan Perbedaan Regional
    Posisi pemerintah federal pada saat itu banyak diperkuat oleh maklumat-maklumat dari Mahkamah Agung. Mahkamah yang sebelumnya pemimpinnya merupakan badan yang lemah, di ubah menjadi lembaga yang sangat kuat, dengan kedudukan yang sama penting seperti Kongres atau Presiden.
Kesusastraan Dan Daerah Depan
    Daerah depan merupakan suatu kekuatan yang banyak turut membentuk kesustraan dan lebih penting lagi, kehidupan Amerika. Para pemukim di daerah depan terdiri dari bermacam ragam kelompok. Dipaling muka terdapat kaum pemburu dan pemukat yang oleh seorang pengelana Inggris bernama Fordham dilukiskan sebagai “manusia-manusia yang keras dan berani yang hidup dalam pondok-pondok kecil….Mereka lugu tetapi ramah, baik terhadap orang asing, jujur dan dapat dipercaya.
Kemerdekaan Amerika Latin
Gagasan kemerdekaan telah hidup dalam jiwa rakyat Amerika Latin semenjak koloni-koloni Inggris berhasil mencapai kemerdekaannya.Sebelum 1821, Argentina dan Cili mencapai kemerdekaan mereka, dan tahun 1822, dibawah pimpinan Jose de San Martin dan Simon Boliver, lain-lain negara Amerika selatan juga mendapatkan kebebasannya. Pada tahun 1824, koloni-koloni Eropa yang masih ada tinggal di Hindia Barat dan di pesisir utara Amerika Selatan.
A.S Menentang Ancaman Eropa
    Ketika Persekutuan memusatkan perhatian mereka ke Spanyol beserta koloni-koloninya di Dunia Baru , keyakinan Amerika Serikat terhadap kemampuan pemerintah-pemerintah baru Amerika Selatan untuk tetap tegak, tergoncang dengan hebat. Bagi pemerintah Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun menjalankan politik tidak campurtangan sebagaimana dianjurkan oleh Washington, Hamilton, Jefferson, John Adams dll.
Pergolakan Politik Memanaskan Negara
Tahun 1829 ketika Jackson menjadi presiden, suatu arus kegelisahan dan kerusuhan melanda seluruh dunia barat. Semangat Reformasi Amerika, meskipun mempunyai akar-akarnya sendiri, sepenuhnya sejalan dengan gelombang ini.Pergolakan demokratis dalam politik yang dicerminkan oleh dipilihnya Jackson ini hanya merupakan satu tahap saja dalam perjuangan rakyat kecil untuk mencapai hak serta kesempatan yang lebih besar.
Permulaan organisasi buruh menyertai gerakan politik liberal. Pada tahun 1835, kelompok-kelompok buruh di Philadelphia berhasil mengurangi jam kerja dari yang sehari suntuk sampai hanya 10 jam sehari.hal ini menandai awal reformasi serupa di New Hampshire, Rhode Island, Ohio, dan negara bagian baru California yang dimasukkan kedalam Uni pada tahun 1850.
Bentrokan Antar-Wilayah
Perbudakan Semakin Mengeras Dalam Tubuh Ekonomi
    Kepentingan yang saling bertentangan antara utara dan selatan menjadi semakin menampak.Tak senang dengan keuntungan besar dari pemasaran hasil kapas yang berhasil dikantongi oleh para pengusaha daerah utara, orang-orang selatan memepersalahkan keterbelakangan daerah mereka pada pengembungnya daerah utara. Di pihak lain, orang-orang utara menyatakan bahwa perbudakan yaitu “Lembaga aneh” yang oleh selatan dianggap mutlak bagi perekonomiannya sepenuhnya bertanggung jawab bagi keterbelakangan relative daerah itu.
Pertempuran Berdarah di Timur dan Barat
    Pada awal perang sebagian besar angkatan laut berada ditangan Uni, tetapi ia terpencar-pencar dan lembah. Lincoln mempermaklumkan efek blockadeatas pantai-pantai selatan.Sekalipun, pada mulanya efek blockade tidak berarti, menjelang tahun 1863 blokade itu hampir sepenuhnya berhasil mencegah pengapalan kapas ke Eropa dan menghalangi impor peluru, bahan pakaian, dan perlengkapan kedokteran yang sangat dibutuhkan pihak selatan.
Dilembah Mississppi, pasukan-pasukan Uni memperoleh serangkaian kemenangan yang hampir berturut-turut. Mereka memulai dengan mematahkan suatu garis konfederasi yang panjang di Tennssee, dan dengan begitu memungkinkan pendudukan hampir seluruh bagian barat negara bagian itu.
Di Virginia, pasukan-pasukan Uni menderita satu demi satu kekalahan. Dalam serentetan usaha berdarah untuk merebut Richmond, ibukota Konfederasi, pasukan-pasukan Uni berulangkali dipukul mundur.
Zaman Perluasan dan Reformasi
Industri Bertambah Besar
Andrew Carnegie paling berjasa untuk kemajuan besar dalam produksi baja.Ia melakukan investasi yang cerdik dan berpandangan jauh yang dalam tahun 1865 dipusatkan pada besi. Dalam beberapa tahun saja ia mengurus, atau mempunyai saham dalam perusahaan-perusahaan yang membuat jembatan besi, rel kereta api, dan lokomotif. Sepuluh tahun kemudian pabrik baja yang dibangunnya di pinggir sungai Monongahela di Pennsylvania merupakan yang terbesar diseluruh negara.
Mesin dan Ilmu Pengetahuan Membantu Petani
Meskipun terjadi kemajuan-kemajuan besar di bidang industry, pertanian tetap menjadi kegitan pokok.Revolusi dalam pertanian yang dapat dibandingkan dengan bidang pembikinan barang sehabis perang meliputi pergeseran dari kerja tangan ke pertanian mesin dan dari pertanian guna memenuhi kebutuhan hidup kepertanian komersiil.
    Mesin untuk keperluan pertanian juga diciptakan, yaitu: kawat pengikat sistematis, mesin menggebuk, mesin kombinasi penuai dan penggebuk, dan pengupas mekanis bermunculan, begitu pula pemisan rom, penyebar rumput, penanam kentang, pengering jerami, penteas ayam, dan ratusan penemuan lainnya.
Reformasi Menolong Rakyat Biasa
    Roosevelt yang sangat berminat terhadap reformasi dan bertekad untuk memberikan “tindakan adil” kepada rakyat, memulai kebijaksanaannya untuk meningkatkan pengawasan pemerintah dalam pelaksanaannya untuk meningkatkan pengawasan pemerintah dalam pelaksanaan undang-undang anti-trust.
Pertikaian Di Luar Negeri Perubahan Sosial Di Dalam Negeri
    Bagi rakyat Amerika di tahun 1914, pecahnya perang di Eropa sangat mengejutkan.Pada mulanya pertikaian terasa begitu jauh, tetapi tak lama kemudian akibat ekonomis serta politisnya mulai terasa.Industri Amerika yang sedang mengalami sedikit kelesuhan, pada tahun 1915 mulai menyubur lagi dengan banyaknya pesanan mesiu dari kaum sekutu barat.Kedua belah pihak menggunakan propaganda untuk membakar semangat rakyat Amerika, dan baik Inggris maupun Jerman mengganggu kapal-kapal Amerika di lautan, yang menimbulkan protes-protes keras dari pemerintah Wilson.Tetap perselisihan antara Amerika dan Jerman menjadi semakin menonjol.
Amerika Memasuki Perang Dunia I
Wilson meminta kepada Kongres izin untuk mempermaklumkan perang. Seketika itupun, pemerintah Amerika mulai mengerahkan sumber-sumber militer,industry, buruh, dan pertaniannya. pada bulan Oktober 1918, pasukan Amerika yang terdiri dari 1.750.000 orang lebih sudah berada di Perancis.
Negara-Negara Diktatur Melepas Perang Dunia II
Pada tahun 1938, setelah Hitler mencaplok Austria kedalam wilayah Jerman, tuntutannya untuk mendapatkan daerah Sudetan di Cekoslowakia membuat perang setiap saat mungkin pecah di Eropa.Rakyat Amerika yang kecewa atas kegagalan perjuangan membela demokrasi dalam perang Dunia I, mengumumkan bahwa tiada hal dimana pihak manapun yang bermusuhan dapat mengharapkan bantuan mereka.
Kejuatan Perancis yang membuktikan kekuasaan mesin militer Nazi, memperkuat keyakinan itu.Ketika dalam musim panas 1940 serangan uadara terhadap Inggris di mulai, dalam jiwa mereka sedikit saja orang Amerika yang masih netral. Amerika Serikat bergabung dengan Kanada dalam suatu Dewan Pertahanan Bersama, dan bersepakat dengan republic-republik Amerika  Latin dalam lingkkupkan suatu perlindungan kolektif atas hak milik negara-negara demokratis dibelahan bumi barat.
Perang Berakhir
Bulan Januari 1943 di Casablanca, suatu konperensi Inggris-Amerika memutuskan bahwa tidak akan diadakan perdamaian dengan pihak Axisbeserta para satelitnya di Balkan kecuali atas dasar “penyerahan tanpa syarat”.
    Pada tanggal 7 Mei 1945, Jerman menyerah. Dalam bulan Juli Inggris, Amerika Serikat, Uni Sovyet, bertemu di Postdam guna merumuskan suatu politik  pendudukan dan menyusun suatu program untuk masa depan Jerman.
Amerika Di Dunia
    Sesudah Perang Dunia II kali ini Senat Amerika Serikat segera mengesahkan Piagam Perserikatan Bnagsa-Bangsa dengan suara 89 banding 2.Tindakan ini menegaskan berakhirnya Isolasionalisme sebagai unsur penting dalam politik luar negeri Amerika dan mencanangkan kepada dunia bahwa Amerika Serikat bermaksud untuk memainkan peranan besar dalam masalah internasional.
    Setelah menyerahnya Jepang dalam bulan Agustus 1945, rakyat Amerika mencurahkan sebagian besar perhatian mereka kepada masalah-masalah dalam negeri dan yang pertama-tama ialah penyesuaian kembali jutaan tentara yang pulang kedalam kehidupan sipil.Tahun 1949 Kongres mengesahkan suatu program federal mengenai pembersihan daerah melarat dan perumahan dengan sewa murah.Sementara itu, petani memperoleh perlindungan tambahan dari pemerintah pusat terhadap ancaman-ancaman seperti banjir, kekeringan dan harga-harga yang menurun.
Zaman Atom
Suatu masalah nasional penting yang tidak hanya terbatas di Amerika saja adalah pengembangan serta pengendalian tenaga atom. Juli 1946, Kongres meletakkan tanggung jawab ini kepada sebuah Komisi Tenaga Atom yang diketahui oleh lima orang sipil. Dibawah pengawasan Komisi para Ilmuwan Amerika mengembangkan dan menyediakan bagi negara-negara lain berbagai penerapan ilmu atom guna pertanian, industry dan obat-obatan.
    Pada Juni 1946 wakil AS di PBB Bernard Baruch menyampaikan usul kepada Kongres Tenaga Atom PBB yang menyerukan larangan atas semua senjata dan pengawasan internasional terhadap semua bahan-bahan atom.Sebagai satu-satunya negara yang memiliki bom atom pada waktu itu, Amerika Serikat menawarkan untuk menghancurkan simpanan bomnya dan membuka semua rahasia nuklirnya.
Usaha-Usaha Kearah Kerjasama Yang Damai
Pada tahun 1955, Pemerintah Amerika Serikat memperkuat berbagai bentuk program bantuan luar negeri saja, termasuk sisa Rencana Marshall untuk Eropa, kedalam Badan Kerjasama Internasional yang permanen.Dua tahun kemudian Amerika Serikat menciptakan Dana Pinjaman Pembangunan untuk membantu menyediakan bagi negara-sedang berkembang dengan modal yang mereka perlukan untuk membiayai pengangkutan, pembuahan ekonomi lainnya.
Harapan-harapan untuk kerjasama damai antara negara-negara Komunis dan non-komunis ditimbulkan oleh diadakannya “konperensi puncak” Jenewa tahun 1955.Namun meskipun berlangsung pertukaran pendapat, para kepala negara Amerika, Sovyet, Inggris dan Prancis tidak dapat bersepakat mengenai cara-cara untuk mencapai baik perlucutan senjata maupun penyatuan kembali Jerman.
Usaha-Usaha Ke Arah Perdamaian Dunia
Pada Maret 1961 Presiden Kenndy melancarkan suatu proyek yang dikenal sebagai Peace Corps (Korps Perdamaian) suatu gagasan revolusioner di bidang bantuan luar negeri.Program ini mmengumpulkan para sukarelawan untuk menyumbangkan tenaga mereka di negara-negara sedang berkembang di seluruh dunia.
Dalam masa Kennedy juga dilakukan penandatanganan persetujuan larangan nuklir terbatas. Pada Agusrus 1961, didirikannya tembok Berlin, Uni Sovyet mengumumkan bahwa ia akan melanjutkan melakukan percobaan senjata nuklir di atmosfer, dan dengan demikian melanggar penghentian sukarela atas percobaan di atmosfer yang tiga tahun sebelumnya di mulai oleh Uni Sovyet, Amerika Serikat, dan Britania Raya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar