
PENGARUH REVOLUSI AMERIKA
BAGI BANGSA INDONESIA
(Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Amerika kelas B)
Oleh :
TINI HENDRAYATI 110210302024
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Revolusi Amerika bermula dengan adanya kemerdekaan Amerika akan imperium Inggris.Puncak dari latar belakang revolusi Amerika adalah peristiwa Pembantaian Boston tahun1770 yang memakan lima orang korban sipil. Peristiwa tersebut menggambarkan betapa pemerintah kolonial Inggris telah memaksakan kehendaknya terhadap rakyat Amerika. Dicabutnya Townshend Act pada tahun 1770 dapat meredakan ketegangan. Namun demikian,kehadiran pasukan Inggris di daerah koloni yang mengawasi kegiatan perdagangan danmencegah terjadinya penyelundupan menimbulkan rasa tidak senang kaum kolonis. Kapal patroli Inggris Gaspee yang melakukan pengawasan di sekitar Rhode Island dibakar oleh kaum patriotdan membuat takut pejabat Inggris yang harta miliknya ikut hancur. Para juri koloni menolak bekerjasama dengan para pejabat kerajaan dalam mengakhiri perdagangan ilegal. Inggris mengeluarkan Undang-undang Teh yang memberikan hak monopoli kepadaEast India Companyuntuk melakukaneksport ke suluruh daerah koloni. Tindakan ini dibuat oleh kaum kolonis dengan cara memboikotseluruh produksi teh Inggris yang dikirim ke daerah koloni dan menganjurkan para agen untuk tidak menjual tehnya ke pasar Amerika serta mengirim kembali teh yang diterimanya ke Inggrisatau ditimbun di gudang. Banyak agen-agen dagang Inggris, yang mendapat dukungangubernur, yang menolak tuntutan kaum kolonis. Mereka memaksakan diri untuk menurunkan muatan kapal the Inggris di Pelabuhan Boston. Pada tanggal 16Desember 1773 kaum kolonis yang menyamar sebagai Indian Mohawk menaiki tiga kapalInggris yang akan berlabuh di Pelabuhan Boston dan segera menceburkan muatan teh ke laut.Peristiwa yang dalam bahasa kaum kolonis sebagai "Boston Tea Party" tersebut sangat menjengkelkan Inggris.
Pada tahun 1774, diselenggarakan Kongres Kontinental yang dihadiri oleh delegasi-delegasi dari semua daerah koloni, kecuali Georgia. Kongres yang diselenggarakan di kotaPhiladeplhia dimaksudkan untuk merundingkan keadaan daerah koloni yang semakin memburuk.Akhirnya semua delegasi sepakat untuk mengeluarkan "Deklarasi Hak dan Keluhan"(Declaration of Right and Grievances) berupa pernyataan akan tetap setia kepada Raja dan tetapmenentang hak Parlemen Inggris untuk mengenakan pajak terhadap darah koloni Amerika.Kongres KontinentalKedua diselenggarakan tanggai 10 Mei 1775 menyepakatiperlunya dikirim pasukan ke Massachusetts untuk membantu kaum kolonis di sana danmenugaskan George Washington sebagai pemimpin pasukan Kontinental untuk memimpinpasukan ke Boston untuk melindungi kota yang sedang dikepung pasukan Inggris.Pada tanggal 7 Juni Richard henry Lee dari Virginia mengajukan resolusi yangmenyatakan persetujuan atas kemerdekaan dari Inggris. Kongres ini menghendaki adanya dukungan dan konsensus yang lebih luas, membentuk sebuah komite yang dipimpin olehThomas Jefferson untuk menyiapkan langkah-langkah rasional menuju pernyatan kmerdekaan.Kongres juga menyepakati usulan Richard Henry Lee tanggal 2 Juli 1776 dan mengesahkanpembacaan Deklarasi Kemerdekaan dua hari kemudian. Deklarasi kemerdekaan yang dibacakanoleh Thomas Jefferson tersebut berisi dua bagian. Pada pembukaannya, Jefferson menyatakanbahwa pada dasarnya pemberontakan atau gerakan merupakan hak alamiah umat manusia untuk mendirikan pemerintahan baru yang didasarkan atas keinginan warganya. Bagian kedua yanglebih panjang berisi tuduhan terhadap Raja Inggris yang mengabaikan hak-hak khusus kaumkolonis, dan memprotes ikut campurnya pemerintahan raja dalam pemerintahan kolonial diAmerika.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis menetapkan beberapa rumusan masalah di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana Awal MulaRevolusi Amerika?
2. Apa Latar belakang Revolusi Amerika?
3. apa Penyebab pecahnya perang kemerdekaan Amerika?
4. bagaimana Proses Perang Kemerdekaan Amerika Serikat?
5. bagaimana Penyusunan Konstitusi Amerika?
6. bagaimana Pengaruh Revolusi Amerika bagi Dunia?
7. bagaimana Pengaruh Revolusi Amerika bagi Indonesia?
1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahuiAwal Mula Revolusi Amerika;
2. Untuk mengetahuiLatar belakang Revolusi Amerika;
3. Untuk mengetahuiPenyebab pecahnya perang kemerdekaan Amerika;
4. Untuk mengetahuiProses Perang Kemerdekaan Amerika Serikat;
5. Untuk mengetahuiPenyusunan Konstitusi Amerika;
6. Untuk mengetahuiPengaruh Revolusi Amerika bagi Dunia;
7. Untuk mengetahuiPengaruh Revolusi Amerika bagi Indonesia.
BAB 2. PEMBAHASAN
2.1Awal Mula Revolusi Amerika
Perang Revolusi Amerika (1775–1783) dikenal sebagai Perang Kemerdekaan Amerika. Revolusi Amerika adalah sebuah perang yang terjadi antara Britania Raya dan para pendukung revolusi dari 13 koloni Britania di Amerika Utara. Ke-13 koloni itu adalah koloni New Hampshire, koloni Massachusetts, koloni Rhode Island, koloni Connecticut, koloni New York, koloni New Jersey, koloni Pennsylvania, koloni Delaware, koloni Maryland, koloni Virginia, koloni North Carolina, koloni South Carolina, dan koloni Georgia. Perang yang kemudian meluas ke luar Amerika Utara Britania (British North America) ini berakhir dengan dihapuskannya kekuasaan Britania terhadap ketiga belas koloni tersebut dan dibentuknya negara Amerika Serikat.
Istilah Perang Revolusi atau Revolusi Amerika juga sering digunakan untuk merujuk pada peristiwa ini, meski yang terakhir juga termasuk perkembangan politik dan sosial sebelum dan sesudah perang tersebut. Latar Belakang terjadinya disebabkan karena Perang Tujuh Tahun antara Britania Raya dan Perancis (1756-1763) memperebutkan Quebec yang dimenangkan oleh Britania.
2.1.1 Pembentukan Koloni di Amerika
Sebenarnya pembentukan koloni telah dimulai oleh Columbus pada pelayaran kedua tahun 1493, yaitu dengan mendirikan perkampungan di Hispaniola (Haiti). Namun, perkampulan itu terbengkalai akibat terjadinya pembangkangan para awak kapal.Selanjutnya pembentukan koloni di Amerika Utara dirintis oleh Jaques Cartier. Ia mendirikan perkampungan di Quebec tahun 1541, dekat perkemahan suku Ironquis. Koloni berikutnya adalah koloni Roanoke yang didirikan Sir Walter Raleigh tahun1587. Kedua koloni tersebut tidak dapat dipertahankan, akibat terjadi perselisihan dengan suku Ironquis.
Sejak kegagalan pendirian koloni di Amerika Utara itu, bangsa Eropa meragukan apakah Benua Amerika layak untuk dihuni. Dalam kondisi keraguan itu, di Inggris bermunculan kongsi dagang yang berniat mendirikan koloni di Amerika. Mereka tertarik oleh kekayaan alam di Amerika Utara, yang menurut mereka sangat menguntungkan bagi investasi (penanaman modal). Melihat hal itu, Parlemen Inggris memberikan hak penuh kepada kongsi dagang yang ingin menanamkan modal dan membentuk koloni. Koloni Perancis meliputi daerah dari aliran sungai Missisipi di sebelah selatan dan anak sungainya sampai dengan Kanada. Sementara Inggris menguasai daerah yang berbatasan dengan lautan Atlantik di sebelah timur dan pegunungan Alleghary di sebelah barat. Koloni Inggris di utara berbatasan dengan koloni Perancis dan sebelah selatan berbatasan dengan koloni Spanyol (di Florida).
Koloni di Amerika yang dirintis oleh para kongsi dagang dimulai dari sebelah timur. Adapun koloni-koloni yang berdiri sebelum Revolusi Amerika adalah sebagai berikut.
Virginia
Koloni ini didirikan pada tahun 1607 oleh kongsi dagang Inggris bernama Virginia Bay Company. Nama Virginia diambil sebagai penghormatan kepada Ratu Elizabeth I, yang berjulukan Virgin Queen. Gubernur pertama Virginia adalah Sir Thomas Dale. Ia memerintah seperti militer. Gubernur berikutnya adalah Sir Goerge Yeardley. Pada masa pemerintahannya didirikan dewan perwakilan dengan nama House of Burgesses. Tahun 1624, pemerintah Inggris mengambil alih Virginia, setelah koloni itu dilanda berbagai masalah dari tahun 1619 sampai dengan 1624. Masalah itu diantaranya adalah bangkrutnya Virginia Company, epidemi, serangan suku Indian, dan masalah sosial akibat aksi protes atas pemberlakuan pajak.
Maryland
Tahun 1632 di sebelah utara Virginia, Lord Baltimore, mendirikan koloni bernama Maryland. Nama tersebut diambil dari nama Ratu Perancis bernama Henrietta Maria. Sejak awal berdirinya koloni ini berkembang pesat. Keluarga Baltimore menduduki posisi penting dalam pemerintahan, karena koloni ini dikelola oleh perusahaan pereseorangan. Posisi penting tersebut berakhir sampai tahun 1715, setelah terjadi perubahan kekuasaan di Kerajaan Inggris. Sejak tahun itu pula, Maryland diambil alih oleh pemerintah Inggris. Meskipun demikian, keluarga Baltimore tetap memiliki hak istimewa.
New England
Koloni ini dirintis oleh William Bradford sebagai pemimpin kelompok pelarian gereja Anglican Inggris. Nama koloni pada awalnya Plymouth. Dalam perkembangannya koloni ini secara bertahap mengalami perkembangan dalam bidang ekonomi. Sedangkan keadaan politik cenderung stabil setelah terjadi perjanjian damai antara sesama kaum kolonis ataupun antara kaum kolonis dan suku Indian. Nama koloni Plymouth berubah setelah diambil alih oleh Massachusets Bay Company. Nama koloni baru itu adalah New England yang diusulkan oleh Kapten John Smith sebagai penghormatan terhadap dewan New England di Inggris yang telah memberikan izin pada kongsi tersebut untuk menanampkan usaha di Amerika Utara.
New York
Pada awalnya koloni ini bernama Nieuw Amsterdam, sesuai dengan perintisnya, yaitu kongsi dagang Belanda 1624. Pada tahun 1664 diambil alih oleh Inggris dan namanya diganti dengan mana New York. Nama itu diambil sesuai dengan nama Duke of York yang berkuasa di Inggris dengan gelar James II.
Pennsylvania
Koloni ini merupakan pengembangan dari koloni New York. William Penn merupakan perintis terbentuknya koloni ini. Penn mengembangkan semangat liberal di koloni in. Hal itu disebabkan karena ia penganut Quaker (salah satu sekte Kristen Protestan). Kebijakan yang bersifat liberal itu membuat Pennsylvania berkembang pesat.
Sepanjang tahun 1600 sampai dengan 1750 di Amerika Utara berdiri 13 koloni. Ketiga belas koloni itu:
1. New Hampshire
New Hampshire merupakan sebuah negara bagian Amerika Serikat.Negara bagian ini terletak di bagian timurlaut.Pada tahun 2008, negara bagian ini memiliki jumlah penduduk sebesar 1.315.809 jiwa dan memiliki luas wilayah 24.217 km².Ibu kotanya adalah Concord.
2. Massachusets
Koloni ini dinamakan atas nama populasi lokal, disebut Massachusett, yang berarti "sebuah tempat bukit besar". Para Pilgrim, yang tiba dengan kapal Mayflower, membangun tempat tinggal mereka di Plymouth tahun 1620. Mereka kemudian disusul oleh kaum Puritan, yang mendirikan Koloni Teluk Massachusetts. Meskipun kaum Puritan datang ke Massachusetts dengan tujuan kebebasan beragama, mereka tidak mempunyai toleransi terhadap agama yang lain dari mereka. Orang seperti Anne Hutchinson, Roger Williams, dan Thomas Hooker meninggalkan Massachusetts dan pergi ke Selatan karena kaum Puritan kurang memiliki toleransi beragama. Williams berakhir membangun koloni Rhode Island, sedangkan Hooker membangun Connecticut. Massachusetts adalah salah satu dari 13 koloni yang melaksanakan revolusi terhadap pemerintahan Inggris dalam Revolusi Amerika. Pada 9 Februari 1775 Parlemen Inggris menyatakan Massachusetts sebagai pemberontak dan mengirim pasukan tambahan untuk menjaga ketertiban. Seorang Afrika-Amerika bernama Crispus Attucks adalah salah seorang pertama terbunuh dalam revolusi Amerika, di Boston pada tanggal 5 Maret 1770, pada kejadian yang disebut Pembantaian Boston. Pada 6 Februari 1788 Massachusetts menjadi negara bagian keenam yang menentukan Konstitusi Amerika. Pada 15 Maret 1820 wilayah Maine dipisahkan dengan Massachusetts, dan menjadi negara bagian dengan hak sendiri.
3. Rhode Island
Negara bagian Rhode Island dan Perkebunan Providence, adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat.Negara bagian ini memiliki luas wilayah terkecil di antara negara-negara bagian yang ada di seluruh Amerika Serikat selain itu, Rhode Island berbatasan langsung dengan Connecticut dan Massachusetts.
4. Connecticut
Connecticut merupakan sebuah negara bagian Amerika Serikat. Negara bagian ini terletak di bagian timurlaut. Pada tahun 2000, negara bagian ini memiliki jumlah penduduk sebesar 3.405.585 jiwa dan memiliki luas wilayah 14.356 km². Ibu kotanya adalah Hartford. Negara bagian ini memiliki angka kepadatan penduduk sebesar 702.9 jiwa/km². Lagu kebangsaan daerah ini adalah Yankee Doodle.
5. New York
New York adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat yang terletak di wilayah (region) antara Atlantik Tengah dan Timur Laut dari Amerika Serikat. Dengan 62 kelurahan (counties) menjadikan New York negara bagian yang berpenduduk nomor tiga terbesar di Amerika Serikat. New York berbatasan degan negara bagian Vermont, Massachusetts, Connecticut, New Jersey, dan Pennsylvania, dan berbagi perbatasan air dengan with Rhode Island seperti juga dengan perbatasan internasional dengan provinsi-provinsi Kanada, yaitu Quebec dan Ontario. New York memiliki lima kota besar, yaitu : New York City (kota terbesar di Amerika Serikat), Buffalo, Rochester, Yonkers, dan Syracuse. New York City dikenal dengan sejarahnya sebagai pintu gerbang para imigran untuk masuk ke Amerika Serikat dan statusnya sebagai pusat keuangan, budaya, transportasi, dan manufaktur. New York pada awal abad ke-17 didiami oleh Penduduk Asli Amerika, yaitu suku-suku Indian Algonquian, Iroquois, dan Lenape yang di saat bersamaan bangsa Belanda dan Perancis mulai memasuki wilayah ini. Pengakuan pertama dibuat oleh Henry Hudson pada tahun 1609, wilayah ini menjadi milik Belanda yang bergerak maju mendiami Fort Orange, dekat lokasi yang sekarang adalah ibukota New York, Albany, New York pada tahun 1614 dan pada tahun 1624 dijajah oleh Belanda, baik di Albany dan Manhattan; belakangan jatuh ke Inggris sewaktu direbut pada tahun 1664. Sekitar sepertiga pertempuran Perang Revolusi terjadi di New York. New York menjadi negara bagian independen pada tanggal 9 Juli1776 dan membuat Undang-Undang New York pada tahun 1777. Negara bagian New York disahkan dalam Undang-Undang Amerika Serikat pada tahun 1788, dan menjadi negara bagian ke-11.
6. New Jersey
New Jersey adalah sebuah negara bagian yang terletak di wilayah Atlantik Tengah dan timur laut Amerika Serikat. Namanya diambil dari nama pulau Jersey di Selat Inggris. Negara bagian ini berbatasan di sebelah utara dengan New York, di sebelah timur dengan Samudera Atlantik, di barat daya dengan Delaware, dan di barat dengan Pennsylvania. Bagian-bagian dari New Jersey terletak di dalam wilayah metropolitanNew York dan Philadelphia. New Jersey dihuni oleh orang-orang Indian selama lebih dari 2.800 tahun. Pemukiman Eropa pertama di wilayah ini didirikan oleh orang-orang Swedia dan Belanda pada awal 1600-an.[4] Orang-orang Britania kemudian merebut wilayah ini, yang diberikan kepada Sir George Carteret dan John Berkeley, Baron Berkeley ke-1 dari Stratton sebagai koloni New Jersey. New Jersey adalah sebuah tempat penting selama Perang Kemerdekaan Amerika; beberapa pertempuran yang menentukan terjadi di sini. George Washington dua kali mendirikan markas musim dingin untuk tentara revolusinya di Morristown, yang disebut sebagai ibukota militer revolusi. New Jersey Journal, sebuah surat kabar yang diterbitkan oleh Shepard Kollock, yang mendirikan usaha penerbitannya di Chatham selama 1779, menjadi katalis dalam revolusi ini. Berita-berita tentang berbagai kejadian dikirim langsung ke Kollock dari markas besar Washington di Morristown yang tak jauh dari situ. Kollock menerbitkan semua itu untuk meningkatkan semangat para anggota pasukan dan keluarga mereka. Ia juga melakukan perdebatan yang hangat tentang upaya-upaya perjuangan kemerdekaan dengan mereka yang menentang dan mendukung perjuangan yang didukungnya. Belakangan, kota-kota kelas pekerja seperti Paterson dan Trenton membantu untuk mendorong Revolusi Industri pada abad ke-19. Posisi New Jersey di pusat megalopolisBosWash, antara Boston, New York City, Philadelphia, Baltimore dan Washington, D.C., mendorong perkembangannya yang cepat melalui ledakan suburbia paad 1950-an dan sesudahnya.
7. Pennsylvania
Pennsylvania adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat. Negara bagian ini terletak di bagian timur. Pada tahun 2008, negara bagian ini memiliki jumlah penduduk sebesar 3.642.361 jiwa dan memiliki luas wilayah 116.024 km². Ibu kotanya adalah Harrisurg. Negara bagian ini memiliki angka kepadatan penduduk sebesar 105,80 jiwa/km².
8. Delaware
Delaware merupakan sebuah negara bagian Amerika Serikat. Negara bagian ini terletak di bagian timur. Pada tahun 2000, negara bagian ini memiliki jumlah penduduk sebesar 783.600 jiwa dan memiliki luas wilayah 6.452 km². Ibu kotanya adalah Dover. Negara bagian ini memiliki angka kepadatan penduduk sebesar 442.6 jiwa/km².
9. Maryland
Maryland, adalah sebuah negara bagianAmerika Serikat. Singkatan pos ASnya adalah MD. Maryland adalah salah satu dari 13 koloni yang melakukan revolusi terhadap pemerintahan Britania dalam Revolusi Amerika. Negara bagian ini berbatasan dengan Pennsylvania di utara (Garis Mason-Dixon), di barat dengan West Virginia, di utara dan timur dengan Delaware dan Samudera Atlantik, dan di selatan dengan Virginia.
10. Virginia
Persemakmuran Virginia adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat.Virginia adalah salah satu dari 13 jajahan Inggris yang memberontak dan menjadi pelopor Amerika Serikat. Daerah ini dinamakan menurut Ratu Elizabeth I yang ketika jajahan atau koloni ini didirikan belum menikah atau masih merupakan "Ratu Perawan" (Inggris: Virgin Queen). Pada masa-masa Perang Kemerdekaan sampai masa 50 tahun awal berdirinya Amerika Serikat, Virginia merupakan negara bagian paling penting.Pada masa Perang Kemerdekaan, Pemimpin besar Pasukan Kontinental Amerika adalah George Washington, seorang dari Virginia.Selain itu tokoh-tokoh lain dari pada masa itu Virginia adalah Patrick Henry di Legislatif.
11. North Carolina
Carolina Utara (Inggris: North Carolina) adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat yang terletak di pesisir Samudra Atlantik di bagian tenggaraAmerika Serikat. Negara bagian ini berbatasan dengan South Carolina dan Georgia di selatan, Tennessee di sebelah barat dan Virginia di utara. Carolina Utara mempunyai 100 kabupaten dan beribukota di Raleigh. Carolina Utara adalah salah satu dari Ketigabelas Koloni pertama, dahulunya dikenal sebagai Carolina. Joara, sebuah desa berpenduduk asli Amerika dekat Morganton sekarang. Pada 1567 negara bagian ini menjadi lokasi Fort San Juan, pemukiman kolonial Spanyol yang pertama di pedalaman dari apa yang kemudian menjadi Amerika Serikat.[2] Negara bagian ini juga merupakan lokasi koloni Inggris pertama di benua Amerika. Pada 20 Mei1861, Carolina Utara menjadi yang terakhir dari negara-negara Konfederasi yang memisahkan diri dari Uni. Ia diterima kembali pada 4 Juli1868. Negara bagian ini adalah lokasi dari penerbangan yang berhasil dari pesawat pertama yang ditumpangi manusia, oleh Wright bersaudara, di Kill Devil Hills dekat Kitty Hawk pada 1903. Kini, Carolina Utara menjadi negara bagian yang berkembang cepat dengan ekonomi dan populasi yang kian beragam.[4] Pada 1 Juli2007, populasinya diperkirakan berjumla 9.061.032 (meningkat 12% sejak 1 April2000).[5] Carolina Utara mengakui delapan suku Amerika Asli, sehingga memiliki populasi Indian terbesar jumlahnya dibandingkan dengan negara bagian manapun di timur Mississippi. Carolina Utara mempunyai ketinggian yang sangat berbeda-beda, dari permukaan laut di pesisir hingga hampir 2.042 m di daerah pegunungan. Iklimnya merentang dari Tidewater di pantai dan Piedmont hingga pegunungan barat. Dataran pantai sangat dipengaruhi oleh Samudra Atlantik. Kebanyakan wilayah negara bagian ini berada dalam wilayah subtropis yang lembap. Lebih dari 500 km dari pantai, bagian pegunungan di sebelah barat negara bagian ini mempunyai iklim benua lembap.
12. South Carolina
Carolina Selatan (bahasa Inggris: South Carolina) merupakan sebuah negara bagian Amerika Serikat. Negara bagian ini terletak di bagian timur. Pada tahun 2008, negara bagian ini memiliki jumlah penduduk sebesar 4.479.800 jiwa dan memiliki luas wilayah 77.982 km². Ibu kotanya adalah Columbia. Negara bagian ini memiliki angka kepadatan penduduk sebesar 55,37 jiwa/km².
13. Georgia
Georgia merupakan sebuah negara bagian Amerika Serikat. Negara bagian ini terletak di bagian tenggara. Pada tahun 2000, negara bagian ini memiliki jumlah penduduk sebesar 8.186.453 jiwa dan memiliki luas wilayah 153.909 km². Ibu kotanya adalah Atlanta. Negara bagian ini memiliki angka kepadatan penduduk sebesar 54,59 jiwa/km².
Koloni-koloni tersebut dalam pembentukan negara Amerika Serikat nanti sangat menentukan dan menjadi inti negara.
Pada awal abad ke-17, pembentukan koloni di Amerika Utara dirintis oleh Inggris. Sementara pada akhir abad ke-17, negara Eropa lainnya mulai melakukan perpindahan ke Amerika. Migrasi secara besar-besaran terjadi di wilayah Eropa daratan, Skotlandia, dan Irlandia. Di Amerika mereka bergabung dengan bangsa Inggris yang telah mendahuluinya. Pertemuan dan perpaduan budaya antara mereka melahirkan satu ciri khas bangsa Amerika yang berbeda dengan Inggris. Selain itu tiap koloni berhak untuk membuat hukum sendiri, melakukan perjanjian dengan penduduk setempat, dan menunjuk gubernur sendiri sebagai pemimpin pemerintahan. Sebagai sumbangannya, tiap koloni harus membayar pajak penghasilan pada pemerintah Kerajaan Inggris. Koloni-kolini di Amerika berkembang menurut kekhasannya masing-masing dan otonom. keadaan itu pada akhirnya menjadi penyebab bangsa Amerika melakukan revolusi.
Terjadinya Revolusi di Amerika berawal dari terjadinya imigrasi orang-orang Inggris ke Amerika Utara. Imigrasi orang-orang Inggris ini disebabkan karena pada abad ke 17, di Inggris terjadi penindasan terhadap golongan yang tidak mau menganut agama "Anglican" yang merupakan agama resmi dari kerajaan inggris ajaran agama Anglican ini menyatakan bahwa "Raja Inggris sebagai Tuhan di bumi", golongan yang tidak mau menganut agama Anglican ini banyak yang keluar dari agama tersebut dan ingin kembali kepada agama Kristen Murni, golongan ini disebut golongan "Puritan".
Revolusi Amerika merupakan perang kemerdekaan Amerika untuk lepas dari Inggris. Di mana di Eropa tahun 1618-1648 berkecamuk perang agama 30 tahun yang meluas menjadi pertentangan antara negara-negara yang menganut agama Kristen Protestan dengan negara-negara yang menganut agama Katolik.
Di Perancis perang agama antara golongan protestan yang disebut kaum "Hugenot" melawan pemerintah Raja Perancis yang beragama Katolik, dan Raja menyatakan bahwa agama Katolik merupakan agama resmi negara.Hal-hal inilah yang menyebabkan timbulnya perpindahan penduduk-penduduk Eropa ke Amerika Utara, mereka ingin bebas menentukan agamanya sendiri dan ingin melepaskan diri dari penindasan golongan Raja dan Bangsawan. hal inilah para Imigran di Amerika membangun sebuah monumen yaitu patung kebebasan di pintu gerbang masuk Pelabuhan New York.
Setelah bangsa Eropa menetap di Amerika Utara, mereka kemudian mendirikan koloni-koloni disana, yang paling banyak mendirikan koloni adalah inggris. kata kolonil sendiri berasal dari bahasa latin "colonia" yang artinya tanah, tanah pemukiman atau jajahan. Menurut catatan sejarah, sistem koloni sudah muncul pada zaman Yunani Kuno. dalam sejarah perkembangan koloni, politik kolonial modern mulai tumbuh semarak sejak abad ke-16. Cikal bakal politik kolonial modern adalah berbagai penemuan besar yang dilakukan oleh pedagang bangsa Barat (Eropa). Mereka haus dengan nama Besar, Kejayaan dan Kekayaan. bangsa yang dapat disebut sebagai Kolonisator pertama adalah bangsa Portugis dan Spanyol. Pada abad ke-17 muncul bangsa Inggris, Perancis dan Belanda yang menguasai sebagian Amerika Utara, Hindia Barat, Hindia Muka (Daerah Asia Selatan) dan Hindia Timur (Hindia Belanda).
Pada tahun 1756-1763 Inggris berperang melawan Perancis yang terkenal dengan perang 7 tahun, berakhir dengan kemenangan Inggris atas Perancis sehingga sehingga berakibat untuk mengembangkan koloni-koloni di Amerika. Sikap koloni-koloni terhadap Inggris saat perang berlaangsung ialah mendukung Inggris sepenuhnya, baik secara ekonomi maupun militer.Sedangkan Imigran Perancis menjelajah daerah Canada dan Misisipi. Koloni yang pertama adalah Virginia (Jamestown) terkenal dengan produk pertanian dan perkebunan tembakau. Tiap-tiap koloni menyusun peraturan sendiri-sendiri untuk kepentingan mereka, juga memilih pemimpin-pemimpin mereka dan dewan-dewan rakyat.
Dengan demikian asas-asas kebebasan kemerdekaan, persamaan dan sendi-sendi demokrasi berkembang dengan subur di Amereika Utara. Kaum koloni di Amerika Utara sangat memperhatikan pendidikan, Lembaga pendidikan yang telah tua adalah Harvard Collage dan Yale Collage. Setelah daerah koloni di Amerika Utara berkembang, Raja Inggris menghendaki agar hubungan jangan sampai terputus, untuk itu Raja Inggris mengangkat dan menempatkan seorang Gubernur ditiap-tiap daerah koloni dan mulai membuat peraturan-peraturan untuk kepentingan Kerajaan Inggris. Perusahan dagang besar Inggris EIC mulai menguasai seluruh daerah koloni Inggris di Indian, sedangkan Hudson by Company didaerah Kanada dan Amerika Utara.
Banyaknya pertentangan yang terjadi di Amerika tidak terlepas dari pertentangan politik yang terjadi di Eropa antara kedua negara tersebut. Pertentangan politik berubah menjadi peperangan yang dikenal dengan Perang Tujuh Tahun (1756-1763). Peperangan di Eropa terjadi pula di daerah koloni, antara koloni Inggris dan koloni Perancis. Perang selama tujuh tahun tersebut dimenangkan oleh Inggris pada tahun1763.
2.1.2 Pertentangan Antarkoloni
Perang tujuh tahun antara Inggis dan Perancis, walaupun dimenangkan Inggris, tetapi harus dibayar dengan biaya yang tinggi. Untuk mengisi kekosongan kas negara dalam rangka pembangunan Inggris, pemerintahan Inggris membebankan biaya-biaya tersebut kepada daerah-daerah koloni di Amerika Utara. Mereka dipungut berbagai macam pajak tanpa melalui perundingan. Pajak tersebut terhinpun dalam berbagai aturan, seperti Sugar Act (1764) atau Undang-Undang Gula, Stamp Act (1765) atau akta materai yang berisi segala bentuk dokumen, surat kabar, dan barang-barang lainnya yang dikenai bea materai. Beberapa tahun kemudian muncul aturan Townshend Acts yang merupakan pajak impor untuk timah, cat, kertas, gelas, dan teh. Tahun 1774 dikeluarkan Tea Act atau akta teh. Dengan aturan itu kas pemerintah Inggris semakin cepat terisi dan beban negara itu semakin ringan karena pajak dibebankan kepada koloni-koloni.
Namun, hal itu dianggap sewenang-wenang dan melanggar hak kebebasan rakyat koloni di Amerika. Maka muncul reaksi terhadap pemerintah Inggris di daerah koloni. Para kolonis mendengungkan semboyan "No Tax Without Representation" (tidak ada pajak tanpa perwakilan). Tuntuan kaum kolonis tidak didengar oleh pemerintah Inggris yang bersifat kolot. Hal itu jelas menggores hati nurani kebebasan individu yang selama ini dipegang oleh rakyat koloni. Kelompok yang paling keras menentang adalah "Sons of Liberty" (Putra-Putra Kebebasan) yang dipimpin oleh Samuel Adams.
Hal lain yang menjadi ketegangan pemerintah Inggris dengan kaum koloni di Amerika adalah adanya aturan pemerintah Inggris yang mengharuskan rakyat kolonis membeli teh dari pemerintah Inggris dengan harga tinggi. Aturan itu menurut kaum kolonis, bertentangan dengan kebebasan ekonomi yang mereka anut. Reaksi keras dipimpin Samuel Adams terhadap aturan pemerintah Inggris tersebut terjadi di pelabuhan Boston, kaum kolonis menyamar sebagai pekerja Indian untuk membongakar peti-peti yang berisi teh. Akan tetapi para pekerja itu membuang teh kelaut bagaikan sebuah pesta. Peristiwa itu dikenal sebagai "The Boston Tea Party" atau peristiwa Boston 1773.
Pada tahun 1787, konstitusi AS disahkan diseluruh Negeri. Sejak pernyataan kemerdekaan 4 Juli 1776, peperangan semakin meluas hampir diseluruh daerah koloni yang meliputi 13 negeri itu. George Washington brhasil mematahkan pasukan kolonial Inggris, sementara Benyamin Franklin meminta dukungan negara-negara Eropa terhadap perjuangan Kemerdekaan Amerika. Pada tanggal 19 Oktober 1781 satu brigade tentara Inggris sebanyak 8000 orang yang dipimpin oleh Jendral Cornwallis menyerah kepada pasukan Washington di Yorktown.
Berita kemenangan ini tersiar ke Eropa dan akhirnya parlemen Kerajaan Inggris memutuskan untuk menghentikan peperangan. Pada tahun 1783 pemerintah Kerajaan Inggris akhirnya mengakui kemerdekaan Amerika yang meliputi ke 13 daerah koloni. Dengan selesainya masa Revolusi bersenjata tahun 1776-1783 maka negara baru Amerika mulai menyusun Konstitusi dan Pemerintahan Nasional Amerika yang merdeka dan berdaulat.
Pada tahun 1876 Perancis memberikan sebuah Patung Kebebasan kepada Amerika yang diberi nama Patung Liberty. Patung ini di desain oleh pemahat Perancis yaitu Frederic-Auguste Bartholdi. Patung Dewi Kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100. Bagian dalam patung ini diisi oleh rangka baja, sementara bagian luarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja patung Liberty, dibuat dan dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang juga merancang dan membangun Menara Eiffel.
Patung Liberty adalah sebuah karya monumental seni pahat yang melambangkan kebebasan bagi seluruh dunia. Nama patung ini sebenarnya adalah “Liberty Enlightening the World” atau Liberty yang menyinari dunia. Patung ini di gambarkan sebagai seorang wanita yang sedang membebaskan diri dari belenggu tirani dengan tangan kanan yang memegang sebuah obor dengan api yang menyala, ini melambangkan kebebasan. Sementara tangan kirinya memegang sebuah buku dengan tulisan “July 4, 1776” (dengan angka Romawi), hari kemerdekaan Amerika. Dia mengenakan jubah yang menjuntai dan 7 bayangan dari paku besar pada mahkotanya melambangkan 7 samudra dan benua.
Awalnya, patung Liberty di buat sebagai monumen untuk mengingatkan adanya aliansi yang pernah terjadi antara Perancis dan Amerika selama terjadinya Revolusi Amerika (1775-1783). Patung ini di deasin oleh pemahat Perancis, Frédéric-Auguste Bartholdi dan selesai pada bulan Juli 1884. Rakyat Perancis menyumbangkan uangnya untuk membangun patung ini. Pemerintah Amerika sendiri membangun landasan untuk patung ini dari dana yang di himpun oleh pengusaha surat kabar yang bernama Joseph Pulitzer.
Tokoh perintis kolonialisme ke Amerika:
a. Pilgrim Fathers [dgn kapal May Flower, untuk mencari kebebasan]
b. Viking [Eropa Utara: Norwegia, Swedia, Denmark]
- Eric Ericson-->Greenland
-Thorfin Karlsefni-->Novia Scotia
c. Spanyol: Christopher Columbus
d. Perancis:a. Samuel de Champlain : Kanada b. Ibervillw : Missisipi
e. Inggris a. Raligh :Virginia b. Calvert :Marylan c. Hudson+Minuit: New york
2.2 Latar belakang Revolusi Amerika
1.Adanya pertentangan penduduk koloni dengan penduduk negeri induk yang menginginkan kebebasan
2. Kurang rasa patriotisme terhadap tanah kelahirannya di Eropa
Koloni-koloni Amerika dibebani berbagai macam pajak oleh pemerintah Inggris, tetapi mereka tidak mempunyai perwakilan dalam parlemen Inggris sehingga mereka merasa diperlakukan sebagai tempat jajahan. Para koloni itu protes bahwa mereka tidak akan membayar pajak apabila mereka tidak mempunyai wakil dalam parlemen.
Adapun beban-beban tersebut yaitu :
1. UU Gula tahun 1764 => Pajak gula yang tinggi yang diimpor dari Kuba, Puerto Rico, Bahama.
2. UU Materai tahun 1765 => Rakyat membayar pajak surat kabar, almanak, dokumen
3. UU Keuangan tahun 1751 => Melarang mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri.
4. UU Perumahan Militer tahun 1765 => Daerah-daerah koloni harus menyiapkan tempat tinggal bagi pasukan Kerajaan Inggris.
Akibat dari beban ini, seluruh lapisan penduduk yang meliputi 13 negeri menentang segala bentuk Undang-Undang, dan pada tahun 1772 Samuel Adamsdi kota Boston berhasil membentuk komite yang bertujuan untuk menggelorakan dan menyatukan perjuangan koloni-koloni di Amerika dalam Menghadapi Inggris.
Pada suatu malam bulan Desember tahun 1773, sekelompok pejuang menyamar sebagai pekerja-pekerja suku Indian, kemudian mereka memasuki ketiga buah kapal Inggris yang sedang berlabuh di Boston dan membuang karung-karung teh muatan kapal itu kedalam laut dan sebagiannya di bakar dan memusnahkannya. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan yang hebat bagi pemerintah dan parlemen Kerajaan Inggris dan segera mengeluarkan Undang-Undang parlemen yaitu :
1. Menutup pelabuhan Boston dan melarang adanya rapat.
2. Menangkap Samuel Adams sebagai pemimpin patriotic.
Ketika pasukan Inggris datang ke Kota Boston tahun 1775, terjadilah peristiwa berdarah antara Pasukan Inggris dan Pasukan Milis (sukarelawan kota Boston) dan inilah yang membakar dan mengobarkan perlawanan bersenjata diseluruh Koloni di Amerika.
Sementara itu sebagai realisasi terhadap Undang-Undang paksaan, wakil-wakil daerah koalisi menyelenggarakan kongres Continental I di kota Philadelpia yang menentang Undang-undang paksaan tersebut. Pada tahun 1775 diadakan
kongres Continental ke II di Philadelpia yang dihadiri oleh Samuel Adams, Thomas Jefferson, Benyamin Franklin, Thomas Paine, George Washington.
Hasil keputusan kongres tersebut adalah :
1. Koloni-koloni akan mengankat senjata melawan Inggris.
2. Mengankat George Washington menjadi panglima besar pasukan Milisi.
3. Juli tahun 1776 wakil-wakil dari ke-13 Koloni di Amerika menandatangani Piagam Deklarasi Kemerdekaan Amerika, lepas dari segala ikatan kekuasaan kolonial Kerajaan Inggris.
Pada tanggal 4 Juli 1776 merupakn puncak gerakan politik Revolusi Amerika untuk merebut Kemerdekaan dan melepaskan diri dari belenggu kolonial, penindasan dan penghisapan Inggris terhadap daerah-daerah kolonial di Amerika Utara. dan pada tanggal ini pulalah di Deklarasikan Kemerdekaan Amerika Serikat yang terkenal dengan sebutan "Declaration of Independence" yang disusun oleh Thomas Jefferson. isi dari Deklarasi ini adalah "Kita memegang Kebenaran ini menjadi terang sendiri bahwa semua orang diciptakan setara bahwa mereka dikaruniai oleh penciptanya dengan hak tertentu yang tak dapat diambil, diantaranya adalah Kehidupan, Kebebasan, dan Pencarian Kebahagiaan".
Revolusi Amerika melahirkan kekuatan baru yaitu kekuatan demokrasi dan azas persamaan derajt yang secara mendalam telah merubah dan membentuk cara hidup baru di Amerika. Revolusi Amerika melahirkan sebuah konstitusi (UUD) dengan menjunjung tinggi hak-hak azasi manusia.
Faktor utama penyebab Revolusi Amerika:
1. Timbul paham kebebasan dalam bidang politik
2. Timbul paham kebebasan dalam bidang perdagangan
3. Pemungutan pajak yang tinggi. Pajak yang dituangkan dalam Revenue Act and Billeting Act [1764] menyebabkan kehidupan rakyat Amerika Selatan sengsara. Pelaksanaannya ditentang oleh Samuel Adam. Semboyannya:"No taxation with out representation" (tak akan ada pajak tanpa ada perwakilan di parlemen).
4. Peristiwa "Boston Tea Party". Pembongkaran teh yang ada pada kapal
milik Inggris di Pelabuhan Boston yang dilakukan oleh orang-orang koloni.
Perjuangan melalui diplomatik: [Amerika merubah sifat perjuangannya karena buku Common Sense yang ditulis oleh Thomas Paine. Isinya penggugah semangat bangsa Amerika untuk menentang kekuasaan Inggris]
1. Kongres Philadelphia yang dihadiri oleh 13 negara bagian.
a. Penandatanganan "Declaration of Independence" 4 Juli 1776. Disusun Thomas Jefferson
b. Kongres Philladelphia II, Bgs Amerika tdk mengakui parlemen Inggris
2. Menyetujui pembentukan USA melalui penandatanganan "Articles of Convederate"
3. Menyatakan kepada dunia internasional tentang kemerdekaan Amerika yang dipimpin oleh Benyamin Franklin. Spanyol dan Prancis mendukung Amerika
Prancis dan Spanyol memberi dukungan pada Amerika, untuk membalas dendam terhadap Inggris atas kekalahan yang diderita dalam perang 7 tahun, juga ingin membuka hubungan dagang dengan Amerika.
Tokoh penyusun naskan deklarasi kemerdekaan Amerika:
1. Thomas Jefferson : Declaration of Independence
2. Thomas Paine : Mengarang Buku berjudul Common Sense
3. George Washington : Presiden pertama
Tokoh perjuangan fisik:
1. George Washington : panglima besar tentara koloni
2. Samuel Adam : pemimpin pasukan persatuan koloni
3. Jend. Lafayette : Pimpinan Perancis
4. Jend. Burgoyne : Komandan pasukan Inggris
5. Jend. Cornwallis
* Inggris mengakui kemerdekaan Amerika melalui perjanjian Versailes [1783].
* Doktrin Monroe dicetuskan tahun 1823-1829. Intinya menyatakan bahwa Amerika tidak turutcampur terhadap urusan bangsa lain tapi juga tak mau dicampuri urusannya oleh bangsa lain
2.3 Penyebab pecahnya perang kemerdekaan Amerika
a. Berkembangnya faham liberalisme (kebebasan) politik, yang ditunjukkan oleh sikap menentang pembayaran pajak tanpa perwakilan,
b. Berkembangnya liberalisme (kebebasan) ekonomi, yang ditunjukkan oleh penolakan membeli teh dari pemerintah Inggris.
c. Peristiwa The Boston Tea Party dianggap sebagai sebab khusus pecahnya Revolusi Amerika.
Peristiwa The Boston Tea Party, membuat pemerintah Inggris marah, kemudian menuntut ganti rugi yang besar dan melontarkan ancaman yang keras. Pihak kolonis tidak memperhatikan tuntutan dan ancaman Inggris tersebut. Ketegangan terjadi antara kedua belah pihak. pihak Inggris mendatangkan tentaranya dengan maksud mengamankan koloninya di Amerika. Sementara pihak koloni mempersiapkan diri dengan menggerakkan kaum pria. Mereka dikumpulkan untuk membela hak-hak asasi mereka sebagai orang yang merdeka.
Pada awal ketegangan dengan Inggris, permasalahan tersebut masih menjadi urusan koloni masing-masing. Belum terpikir untuk membicarakan masalah persatuan, apalagi kemerdekaan Amerika Serikat. Hal ini bisa kita mengerti, sebab seperti yang telah dijelaskan pada pembentukkan koloni, kaum koloni di Amerika terdiri dari berbagai karakter. Namun, pada saat nasib mereka sama diperlakukan tiidak adil oleh Inggris, maka mereka bersatu membuat sebuah kongres.
Dari ketiga belas koloni, ada empat tokoh yang sangat gigih mempersatukan kaum koloni untuk merdeka. Mereka adalah Thomas Jefferson, John Adams, James Wilson, dan Alexander Hamilton. Berkat mereka Kongres I berhasil diadakan di kota Philadelpia tahun 1775. Dalam kongres itu dinyatakan kesepakatan kemerdekaan. Kemudian Kongres II tanggal 2 Juli 1776, secara tegas mengambil sikap tidak akan mengakui kuasa Parlemen Inggris di Amerika dalam bentuk apapun.
Selanjutnya dalam Kongres III di Philadelpia tanggal 4 Juli 1776, kaum kolonis memproklamasikan kemerdekaan. Ini berarti 13 koloni Amerika lepas dari kekuasaan Inggris. Pernyataan kemerdekaan itu diwujudkan dalam sebuah Declaration of Independence. Rumusan isi naskah proklamasi kemerdekaan tersebut disusun oleh Thomas Jefferson. Naskah deklarasi kemerdekaan ditandatangani oleh 56 orang wakil dari 13 koloni. Tanda tangan pertama dari John Hancock. Saat itu menjabat sebagai ketua Kongres.
Kemudian pada bagian akhir deklarasi, mereka dinyatakan pertama kalinya secara resmi nama negara yang disebut United States of America (USA). Penamaan negara itu pun sebagai hasil dari pemikiran Thomas Jefferson.
Sebagian isi dari Declaration of Independence yang berkaitan dengan hak-hak asasi manusia tidak hanya berlaku di Amerika Serikat tetapi juga berpengaruh bagi negara lain di luar Amerika Serikat. Isi pernyataan kemerdekaan itu diantaranya adalah:
"We hold these truth to be selvident, that all men are created equal, that they are endowed by their Creator with certain an alienable right, that among these are life, liberty, and persuit of happiness ..."
(Bahwasanya kami berpegang kepada kebenaran ini dengan suatu keyakinan bahwa semua orang diciptakan dalam keadaan sama derajat, mereka diberkati oleh Pencipta-nya beberapa hak asasi yang tidak dapat diganggu gugat, bahwa diantara hak-hak asasi itu ialah hak untuk hidup, hak untuk merdeka, dan hak mencari kebahagiaan).
2.4 Proses Perang Kemerdekaan Amerika Serikat
Pertempuran pertama terjadi pada tanggal 19 April 1775. Dalam sejarah Amerika, peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan Lexington Concord Raid. Pihak koloni dipimpin oleh seorang tuan tanah besar yang juga pernah menjadi panglima laskar koloni Inggris dalam perang tujuh tahun melawan Perancis, yaitu George Washington. Tokoh ini kemudian memimpin kaum kolonis menentang pemerintah Inggris. Perjuangan kaum kolonis tidak hanya dilakukan secara fisik akan tetapi dilakukan pula secara diplomasi. Salah seorang tokoh diplomasi adalah Benjamin Franklin.
Selama perang berlangsung, Benjamin Franklin menjadi duta keliling se Eropa untuk mendapat dukungan moril ataupun material. Pada saat datang ke Perancis, ia disambut rakyat Paris sebagai pahlawan kemerdekaan. Rakyat Perancis sangat simpati terhadap perjuangan rakyat koloni Amerika yang ditindas oleh Inggris. Disamping itu, pihak Perancis mempunyai perasaan dendam atas kekalahan dalam perang tujuh tahun.
Berkat perjuangan diplomasi Benjamin Franklin, perjuangan rakyat koloni Amerika mendapat bantuan dari Perancis dan Belanda. Bahkan Perancis mengirimkan pasukan dan senjata dibawah pimpinan Jendral Laffayette tahun 1778. Selain Perancis dan Belanda, yang mendukung perang kemerdekaan Amerika Serikat adalah Spanyol. Spanyol membantu kaum kolonis dengan maksud ingin merebut kembali Selat Gibraltar yang diduduki oleh Inggris tahun 1709.
Gabungan antara pasukan Perancis dan pasukan kaum koloni Amerika mengubah situasi perang. Pasukan Inggris semakin terdesak dan cenderung banyak bertahan. Akhirnya perang berakhir dengan kemenangan berada di pihak kaum koloni. Berakhirnya perang ditandai dengan menyerahnya pasukan Inggris tahun 1781, yang dipimpin Jendral Cornwallis kepada Jendral George Washington. Selanjutnya pihak Inggris menghentikan pertempuran,kemudian diadakan perjanjian damai di Versailles tahun 1783 yang isinya:
• Inggris mengakui kemrdekaan 13 koloni di Amerika,
• Inggris harus menyerahkan daerah jajahannya di Amerika kepada Amerika Serikat, kecuali Kanada,
• Inggris harus membayar rampasan perang
2.5 Penyusunan Konstitusi Amerika
Setelah perjanjian Versailles ditandatangani, rakyat koloni Amerika mulai merasakan hidup di negara merdeka.Pada awal kehidupannya itu, kembali terjadi perbedaan.Setelah perang usai, terjadi perebutan bagian kekuasaan sebesar-besarnya.Ada 9 negara bagian yang menuntut kekuasaan sebesar-besarnya atau adanya pemerintahan negara bagiansyang sering disebut kelompok republikan.Kelompok ini dipimpin oleh Thomas Jefferson.Sementara yang menginginkan adanya pemerintahan pusat, 4 negara bagian dan sering disebut kelompok federalis.Kelompok ini dipimpin oleh Alexander Hamilton.
Pertentangan yang ada menyadarkan mereka tentang lemahnya aturan yang ada, yaitu Articles of Confederation. Undang-Undang tersebut belum mengatur cara-cara mengatur negara. Karena itu dilakukan perbaikan-perbaikan lewat sebuah pertemuan bernama Federal Convention. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun konstitusi negara Amerika Serikat. Dalam pertemuan ini bertujuan menyusun konstitusi negara Amerika Serikat. Dalam pertemuan ini kedua kelompok yang bertikai menyatakan sepakat. Akhirnya, tahun 1788 sidahkan Constitution of United States of America. Perancang isi konstitusi adalah James Madison. Konstitusi berisi 12 amandemen. Sepuluh amandemen berisi tentang pernyataan hak-hak pribadi (warga negara) dan negara bagian. Kesepuluh Amandemen itu disebut Bill of Right.
Hal penting lainnya dalam konstistusi itu adalah adanya pernyataan pemerintahan yang demokratis. Ini diperlihatkan dengan adanya wakil-wakil negara bagian dalam pemerintahan pusat. Kongres tersiri dari dua lembaga Senate (Dewan Legislatif) dan House of Representative (Dewan Yudikatif). Anggota Senate sebanyak 2 orang dan anggota House of Representative tergantung jumlah penduduk setiap negara bagian. Pemerintah pusat dipimpin oleh seorang presiden. Pada saat itu, semua wakil dengara bagian sepakat memilih George Washington sebagai presiden. Pahlawan perang kemerdekaan Amerika Serikat itu disumpah menjadi presiden tanggal 30 April 1789 di New York.
2.6Pengaruh Revolusi Amerika bagi Dunia
Revolusi Amerika Serikat memberikan dampak yang sangat berpengaruh terhadap dunia.Seperti yang kita ketahui, Amerika adalah negara adikuasa setelah mereka melakukan perang dingin dengan Rusia dan memenangi perang tersebut. Hal yang paling terlihat adalah perekenomian dunia yang berpusat dan diunggui oleh Amerika. Terlihat dari terjadinya krisi ekonomi yang melanda Amerika pada tahun 2010 yang akhirnya menyebabkan krisis dunia.
Dalam sosial-politik Amerika juga turut berperan penting terutama dalam perang yang terjadi pada Israel dan Palestina.Hal ini pun mendukung terjadinya aksi terorisme yang terjadi digedung WTC pada tanggal 11 September 2003.Selain hal tersebut, revolusi Amerika juga berpengaruh terhadap semangat juang meraih kemerdekaan terutama di negara-negara AsiaTenggara termasuk Indonesia.
Berkembangnya humanitarian, aliran yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokratisasi, berpengaruh terhadap timbulnya gerakan anti-perbudakan atau abolisionist. Pada awalnya gerakan ini hanya didukung oleh kelompok Protestan yang tergabung dalam American Colonization Society (1817) dan berusaha mengirimkan orang-orang kulit hitam kembali ke Afrika. Kelompok ini akhirnya mendapat dukungan dari golongan Gereka Avctngefis (Pencil) yang memandang perbudakan sebagai Iembaga yang merusak tatanan masyarakat Amerika.Kelompok ini berhasil mengirimkan sekitar 12.000 budak ke Republik Liberia, Afrika, tahun 1822.Program pengiriman budak tersebut tidak berjalan lancar yang disebabkan oleh timbulnya kecaman dari negara-negara bagian di Selatan yang menerapkan sistem tersebut. Pemimpin abolisionis baru,William Lloyd Garrison, yang menerbitkan koran anti-perbudakan, The Garrison (1831) berusaha meneruskan program pengiriman tersebut ke Afrika sambil terus mengecam system rasialis tersebut yang masih tetap dipertahankan di negara-negara bagian selatan. Usaha trsebut tidak banyak membawa hasil sampai meletusnya perang sipil tahun 1861-1867.
Dampak Revolusi Amerika juga memberikan pengaruh besar pada pergerakan kebangsaan dan sistem politik di dunia. Pertama, Revolusi Amerika memberi contoh bagi koloni-koloni lain bahwa mereka juga bisa memerdekakan diri dari negara penjajahnya.Nasionalisme yang terbentuk dari masyarakat yang terjajah menjadi kekuatan besar untuk berusaha berdiri menjadi negara sendiri dan menentukan nasib sendiri.Kedua, negara yang berbentuk republik dan demokratis menjadi alternative baru yang popular.pemerintahan yang legitimasinya berasal dari rakyat dan memberikan suaranya lewat badan perwakilan merupakan pilihan rasional yang disukai rakyat yang tertindas. Banyak negara-negara baru yang bebas dari kolonialisme di kemudian hari menerapkan bentuk ini. Kini bentuk republic dianut oleh sebagian besar negara di dunia. Ketiga, frase “ all men are created equal” (semua mansusia diciptakan setara) yang tercantum dalam deklarasi kemerdekaan menjadi frase yang kuat dan terkenal di seluruh dunia. Frase ini digunakan oleh berbagai pergerakan prsamaan hak di kemudian hari, sampai sekarang.Penghapusan kolonialisme, penghapusan perbudakan, gerakan feminisme yang menyuarakan kesetaraan laki-laki dan perempuan, serta gerakan hak asasi manusia berakar dari pernyataan ini.
jadi, dampak revolusi Amerika bagi dunia adalah :
1. Tersebarnya paham kebebasan dan kemerdekaan baik di Eropa maupun di seluruh Dunia.
2. Menjadi pendorong meletusnya Revolusi Perancis.
3. Memberi inspirasi timbulnya perang kemerdekaan Negara-negara Amerika Latin untuk menentang penjajahan Spanyol dan Portugis.
5. “Declaration of Independence” (1776) yang di dalamnya berisi “human right” menjadi dasar tentang pernyataan hak asasi manusia dalam Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa.
2.7Pengaruh Revolusi Amerika Bagi Indonesia
Bagi Indonesia: Declaration of Independece 1776 yang berisi pengakuan tentang hak-hak asasi manusia ditambah pernyataan Presiden Wodrow Wilson tentang penentuan nasib sendiri nantinya:
a) Mempengaruhi perjuangan organisasi pergerakan kebangsaan di Indonesia. Terbukti, perhimpunan Indonesia mencantumkan asasnya: mengusahakan suatu pemerintahan Indonesia yang bertanggung jawab hanya kepada rakyat Indonesia.
b) Mempengaruhi penyususnan Teks Proklamasi Indonesia dan penyusunan Undang-undang Dasar 1945 terutama pembukaan alinea pertama: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
c) Langkah-langkah untuk mempertahankan kemerdekaan Amerika yang dilakukan melalui perjuangan fisik dan diplomasi nantinya untuk mempertahankan kemerdekaan. Misalnya melalui konfrontasi fisik (perang kemerdekaan) dan diplomasi ke Negara-negara Timur Tengah yang dipimpin H. Agus Salim.
BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perang Kemerdekaan Amerika Serikat atau disebut juga Revolusi Amerika dilatar belakangi oleh beberapa faktor.Dari segi ekonomi dan politik, kekalahan Perancis dari Inggris pada Perang Perancis-Indian bukan hanya menyebabkan Perancis meninggalkan Amerika melainkan meninggalkan beban hutang nasional yang tinggi bagi kedua negara. Kondisi ini menyebabkan Inggris menetapkan beban pajak yang tinggi kepada Koloni Amerika untuk menambah pemasukan kas negara dan membiayai pasukan Inggris di Koloni Amerika dengan mengeluarkan kebijakan yang merugikan Koloni seperti Stamp Act,Declaratory Act, Townsend Act dan Intolerable Act . Hukum perdagangan Inggris -Koloni juga tidak adil karena Koloni sering dirugikan. Dari segi politik, berbagai kebijakan yang dipaksakan Inggris tanpa persetujuan Koloni dianggap sebagai kebijakan inskontitusional karena Koloni tidak memiliki perwakilan di parlemen Inggris oleh karena itu memicu penentangan dan protes terjadi hampir di seluruh wilayah Koloni..Dari segi sosial, ditemukan bahwa aspirasi, protes dan penentangan rakyat Koloni tidak ditanggapi oleh George III sehingga mereka ingin melepaskan diri dari Inggris. Masyarakat Koloni sebenarnya merasa bahwa mereka adalah sama yaitu Englishmennamun diperlakukan berbeda dandianggap orang-orang taklukan. Dari segi politik, keluarnya Perancis dari Amerika membuat rakyat Koloni tidak lagi bergantung kepada Inggris. Sedangkan sebab khusus Revolusi Amerika adalah peristiwa Boston Massacredan Boston Tea Party.Revolusi Amerika memberikan dampak yang penting bagi Amerika Serikat yaitu kemerdekaan dan kebebasan akhirnya yang diraihnya sehingga Amerika Serikat menjadi negara independen yang lepas dari kekuasaan penjajah yaitu Inggris.Revolusi Amerika untuk melepaskan diri dari Inggris telah menginspirasi beberapa bangsa di dunia untuk melakukan revolusi dan perlawanan terhadap penjajahan dan ketidakadilan.Berkat kemenangan Amerika Serikat pada Perang Kemerdekaan, nilai-nilai demokrasi dan republikan dapat terwujud dalam pemerintahan negara Amerika Serikat.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:
Sundoro, Hadi, Mohamad. 2012. Sejarah Amerika Serikat. Jember University Press: Perpustakaan Nasional.
Morris. B. Richard. 1960. Revolusi Amerika. Jakarta: PT Pustaka Rakjat
Sumber Internet:
http://ranggambojoarea.blogspot.com/2011/06/revolusi-amerika-serikat-cikal-bakal.html (24mei 2014)
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/03/sejarah-revolusi-amerika-serikat-latar-belakang-dampak-akibat-tujuan-tokoh-peristiwa.html( 24 Mei 2014)
http://ithinkeducation.blogspot.com/2012/05/pengaruh-revolusi-amerika-serikat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar